BOPM Wacana

Insomnia Tak Perlu ‘Dibanggakan’

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Siti Alifa Sukmaradia

Seringkali kita merasa sulit untuk memejamkan mata dan tidur nyenyak. Padahal, keesokan harinya kita harus mulai beraktifitas, seperti pergi  ke kampus, mengerjakan tugas, ataupun meliput berita. Kesulitan untuk tidur atau yang kerap disebut insomnia sudah ‘meracuni’ kalangan mahasiswa. Biasanya, mahasiswa yang mengaku mengidap insomniacenderung menyebarluaskannya melalui jejaring sosial seperti facebookdan twitter. Dengan santai dan perasaan bangga, mahasiswa-mahasiswa meng-update status berisi “Aku insom nih..,” atau “Sudah jam 2 tapi aku belum tidur juga, duh insomnia menyerang,”.

 

Insomnia  bukanlah sebuah penyakit, namun suatu efek yang ditimbulkan oleh suatu penyebab. Penyebab itu bisa dikarenakan oleh kondisi emosional yang tidak stabil atau konsumsi obat berlebih. Dr. James MacFarlane, neurologist dan sleep specialist dari University of Toronto mengungkapkan bahwa salah satu penyebab terjadinyainsomnia pada remaja atau  kalangan muda seperti mahasiswa adalah adanya perubahan hormon. Saat ini, di dalam tubuh setiap orang, hormon melatonin (hormon yang mengatur irama tubuh untuk tidur) tidak mampu diproduksi oleh tubuh secara optimal. Selain itu, faktor stres dan tekanan di lingkungan dan masyarakat sekitar juga dapat menyulitkan tidur.

Bahaya Insomnia

Insomnia bisa membahayakan kesehatan fisik dan mental. Di antaranya seperti susah fokus dan berkonsentrasi, menurunkan kreativitas dan daya ingat, serta mudah sakit.

Mengapa susah fokus dan berkonsentrasi? Apa penyebabnya? Jelas saja susah untuk fokus dan berkonsentrasi ketika mengidap insomnia. Pasalnya adalah rasa kantuk yang tak tertahankan dan lelah akibat kurang tidur. Jadi, bagaimana mungkin kita bisa mendengarkan penjelasan dosen ataupun menyerap informasi dengan benar apabila rasa kantuk mulai menghampiri?

Bahaya yang kedua adalah menurunkan kreativitas dan daya ingat. Dua hal ini bisa sangat terlihat apabila kita diminta untuk memberi  kata sambutan, pemecahan masalah, atau membuat karya seni. Ini disebabkan insomnia, yang berdampak pada jam tidur yang berkurang, membuat kerja otak lebih lambat dan kurang akurat.

Insomnia juga membuat tubuh gampang sakit. Penderita insomniacenderung mudah sakit karena fungsi imun tubuh berkurang.

Melihat banyaknya bahaya insomnia, maka ada baiknya untuk segera diatasi. Caranya dengan mandi air hangat tiga puluh menit sebelum tidur. Sebab, air hangat dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks.

Sehabis mandi, usahakan untuk membangun suasana tidur yang nyaman. Bisa dimulai dari membersihkan kamar. Hindari main game, menonton televisi, atau membaca buku sebelum terlelap. Karena, hal-hal tersebut membuat kita semakin susah untuk tidur.

Rutin berolahraga ringan di pagi hari juga bisa membuat kita tidur lebih normal. Seperti yang diungkapkan dr David Davila dari The National Sleep Foundation, Washington, Amerika Serikat, “Orang-orang yang rutin melakukan senam aerobik akan tidur dalam jumlah yang tepat sesuai dengan yang mereka butuhkan.”

Lantas, masih kah kita harus berbangga hati jika mengalami kesulitan tidur? Tentunya tidak. Setelah mengetahui bahaya insomnia, usahakan untuk menghindari hal-hal pemicunya, seperti yang disebutkan di atas.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).