BOPM Wacana

Benarkah Kucing Bikin Mandul?

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Elfiyanti Zega

Sering kali ketika sedang asyik bermain dengan binatang manis dan lucu itu, seseorang memperingatkan bahwa kucing menyebabkan kemandulan. Benarkah demikian?

Sebenarnya, yang dapat menyebabkan kemandulan adalah parasit yang disebut Toxoplasma gondii. Parasit ini dapat menyebabkan penyakit yang disebut toxoplasmosisToxoplasma merupakan penyakit yang menyerang hewan dan manusia. Pada hewan toxoplasma ini dapat menyerang hewan-hewan berdarah panas, seperti: kucing, anjing, ayam, burung, sapi, kuda, tikus, domba, babi, harimau, dan lain-lain. Tetapi selama ini hanya kucing saja yang dijadikan sebagai kambing hitam dikarenakan di dalam tubuh kucing, toxoplasma dapat berkembang biak dengan dua cara, yaitu seksual dan aseksual. Sementara itu, pada hewan selain kucing, toxoplasma hanya dapat berkembang biak dengan cara aseksual.

Pada manusia yang terkena penyakit toxoplasmosis, mayoritas tidak mengalami gejala klinis yang dominan. Gejala bisa timbul pada infeksi akut, yaitu berupa pembesaran kelenjar getah bening di sekitar leher atau ketiak. Namun lama-kelamaan, toxoplasma dapat menyebabkan kemandulan.

Pada pria, kemandulan disebabkan karena toxoplasma dapat menginfeksi saluran sperma dan menyebabkan peradangan. Peradangan pada saluran sperma ini dapat menyebabkan penyempitan atau penutupan saluran sperma. Akibatnya, pria tersebut tidak dapat mengeluarkan sperma dan membuahi sel telur.

Pada perempuan, efek yang ditimbulkan adalah peradangan dan penyempitan saluran telur. Akibatnya, ovarium tidak dapat sampai ke rahim dan tidak dibuahi oleh sperma. Selain itu, toxoplasma dapat berpengaruh terhadap janin dan dapat masuk hingga otak janin dan menyebabkan cacat serta berbagai gangguan saraf. Selain itu, kepala janin dapat terisi oleh cairan sehingga kepalanya menjadi besar (hidrosefalus).

Cara penularan Toxoplasma pada manusia. Toxoplasma dalam tubuh kucing dapat menyebarkan ookista selama kira-kira sepuluh hari. Penyebaran ini biasa terjadi pada kucing muda yang kekebalan tubuhnya kurang baik. Manusia atau hewan berdarah panas lainnya dapat tertular bila menelan kista atau ookista toxoplasma dan menetas serta berkembang dalam tubuh hewan atau manusia.

Kista tersebut tinggal dalam otot manusia dan hewan, sehingga penularannya dapat juga terjadi melalui makanan, apabila manusia atau hewan memakan daging mentah atau daging setengah matang yang mengandung kista toxoplasma dan juga dapat hidup di tanah selama waktu tertentu, sehingga dapat menular kepada manusia atau hewan lain melalui kontak dengan kista tersebut. Kista yang masuk ke dalam tubuh menular dengan dua cara, yaitu menelan atau kontak dengankista. Pada kucing, kista dapat keluar melaui feces atau kotoran kucing. Jadi tidak benar bahwa bulu kucing dapat menyebabkan mandul, kecuali apabila pada bulu dan liur tersebut terdapat kista toxoplasma. Jadi dalam hal ini, yang penting untuk diperhatikan adalah jangan berkontak dengan feces kucing. Apabila akan membersihkan kotoran kucing gunakan sarung tangan dan setelah digunakan buang sarung tangan lalu cuci tangan dengan sabun antiseptik.

Tetapi hal tersebut bisa dicegah apabila kita merawat dan menjaga perlakuan terhadap kucing. Cara mencegah, di antaranya dengan memilih kucing yang baik untuk dipelihara, yaitu kucing yang sehat dan aktif. menyediakan satu set peralatan makan, tidak memukul kucing karena akan menyebabkan stres pada kucing serta menjaga kebersihan kucing, dengan cara memandikan, setidaknya 2 hari 1 kali.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).