BOPM Wacana

Laptop dan Kemandulan

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Gio Ovany Pratama/Berbagai Sumber

Penggunaan laptop di era teknologi ini sudah tak dapat dielakkan lagi. Berbagai kalangan dari pelajar hingga pebisnis kelas atas menggunakankomputer jinjing ini. Bahkan anak-anak yang tak mengerti penggunaan laptop pun sering menggunakannya, walaupun sebatas untuk bermain game.

Hadirnya laptop sebagai minimisasi kehadiran komputer desktop tentunya membuat berbagai kalangan suka menggunakannya. Selain praktis dan efisien, laptop juga tak memakan banyak ruangan untuk mengoperasikannya. Bahkan paha pun bisa digunakan sebagai alas untuk menggunakan komputer lipat ini.

Secara ergonomisnya mengoperasikan laptop dengan memangku di paha memang terasa nyaman. Apalagi bagi mahasiswa yang sering berada di luar gedung, penggunaan laptop dengan cara dipangku merupakan satu-satunya posisi yang nyaman untuk bekerja.

Namun ternyata penggunaan laptop dengan memangkunya di paha berakibat negatif bagi kesuburan seorang pria. Hal ini merupakan akumulasi dari radiasi panas kerja mesin laptop secara terus menerus.

Sebuah penelitian dari State University of New York yang dipimpin oleh Yefim Sheynkin menemukan ada kenaikan suhu testis sebesar 2,8 derajat celcius jika memangku laptop yang sedang beroperasi. Sedangkan memangku laptop dalam keadaan mati saja tetap bisa menaikkan suhu testis sebesar 2,1 derajat celcius.

Testis yang dilindungi oleh skrotum (pembungkus) merupakan pabrik produksi sperma. Agar menghasilkan sperma yang berkualitas, testis dirancang untuk bekerja pada suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh yaitu dibawah 36 sampai 37 derajat celcius. Ketika udara dingin maka skrotum akan tertarik ke atas sedekat mungkin dengan tubuh untuktujuan menghangatkan suhu, sebaliknya jika suhu panas maka skrotum akan mengendor untuk menurunkan suhu.

Sebuah riset menjelaskan hubungan antara kenaikan suhu di skrotum dengan kualitas sperma adalah  kenaikan suhu satu derajat saja mengakibatkan penurunan konsentrasi jumlah sperma hingga 40 persen.

Sebab itulah seorang laki-laki dianjurkan untuk tidak berendam di air panas, mandi sauna bahkan memakai celana ketat, sebab hal ini akan memicu kenaikan suhu testis sehingga menurunkan kualitas sperma.

Sperma yang tak berkualitas bisa berupa jumlah yang kurang, serta gerak dan bentuk yang tidak normal. Sehingga hal ini akan berdampak pada proses fertilisasi (pembuahan) ovum oleh sperma. Sperma yang mulanya berjumlah banyak dan bersama-sama berenang untuk membuahi ovum namun malah menjadi sedikit dan bergerak sedikit demi sedikit untuk mencapai ovum (bukan berenang).

Sebenarnya dampak yang ditimbulkan oleh kenaikan suhu testis ini bersifat sementara, namun mengingat intensitas penggunaan laptop yang sering hingga berjam-jam dalam satu hari tentu akan berakibat permanen dan fatal bagi kesuburan pria. Hal ini juga pasti berulang untuk keesokan harinya dan berulang terus menerus selama bertahun-tahun dan pastinya mengakibatkan infertilitas atau kemandulan

Solusi satu-satunya tentu menggunakan meja sebagai penghalang radiasi panas dari mesin laptop yang menyala. Tindakan ini bukan hanya menghindarkan dari radiasi panas, namun ternyata juga menjaga agar tulang punggung tetap lurus karena secara ergonomi ini merupakan posisi kerja yang terbaik dan ternyaman.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).