BOPM Wacana

BBM Naik, Mahasiswa Sengaja Bentrok dengan Polisi

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Ridho Nopriansyah

Seorang polisi menembakkan gas air mata ke arah massa demonstran di persimpangan jalan Jamin Ginting-Dr Mansyur, Senin (18/6). | Andika Syahputra
Seorang polisi menembakkan gas air mata ke arah massa demonstran di persimpangan jalan Jamin Ginting-Dr Mansyur, Senin (18/6). | Andika Syahputra

BOPM WACANA – Aksi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berunjung bentrok dengan pihak kepolisian, Selasa dini hari (18/6) di Simpang Kampus Universitas Sumatera Utara (USU) sebenarnya telah direncanakan mahasiswa. Pernyataan ini dilontarkan oleh Koordinator Lapangan (korlap) Immanuel, Selasa (18/6).

Immanuel menambahkan mahasiswa telah mempersiapkan aksi bentrok apabila harga BBM benar-benar naik. Hal ini dilakukan agar pemerintah menyadari bahwa mahasiswa menolak mentah-mentah penaikan harga BBM. “Kita sengaja kok. Biar ditengok pemerintah,” tegas Immanuel.

Perencanaan bentrok oleh Mahasiswa USU adalah dengan merusak fasilitas umum milik pemerintah seperti lampu lalu lintas dan badan jalan. Terkait penggunaan 13 bom molotov, Immanuel membantah bom tersebut masuk dalam perencanaan. Ia mengakui ke-13 bom molotov tersebut dirakit sesaat setelah polisi menembaki mahasiswa dengan gas air mata. “Spontan saja, sebagai alat perlindungan kita (mahasiswa – red),” tutur Immanuel.

Selain itu, Immanuel juga membantah mahasiswa merencanakan perusakan sejumlah toko dan restoran cepat saji di sekitar Simpang Kampus USU. Ia bilang hal tersebut merupakan kecelakaan karena masih dalam radius bentrok dengan polisi. “Enggak disengaja kok, jadi wajar saja kalau kena,” tegas Immanuel.

Sementara itu salah satu demonstran lain, Resti dari elemen Barisan Rakyat (Barak) menyatakan sebenarnya aksi bentrok mudah ditebak. Hal ini dikarenakan aksi sendiri dilakukan di luar batas waktu yang ditolerir oleh pihak kepolisian yaitu hingga 18.00 WIB. Aksi dimulai pukul 20.00 WIB dan tanpa pengawalan polisi sama sekali.

Sebelumnya, mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menolak penaikan harga BBM di Simpang Kampus USU, Senin malam (17/6) lalu. Aksi tersebut berujung bentrok dengan pihak kepolisian yang diterjunkan untuk mengamankan aksi. Setidaknya dua orang yang diduga mahasiswa diamankan polisi saat bentrokan terjadi.

 

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).