BOPM Wacana

Amankan Demo BBM, Polisi dan TNI Kerahkan 550 Personel

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Rati Handayani

Aksi teaterikal penolakan kenaikan BBM di Bandara Polonia Medan, Senin (17/6). Teater ini menggambarkan rakyat yang tertindas atas kebijakan pemerintah.| Andika Syahputra
Aksi teaterikal penolakan kenaikan BBM di Bandara Polonia Medan, Senin (17/6). Teater ini menggambarkan rakyat yang tertindas atas kebijakan pemerintah.| Andika Syahputra

BOPM WACANA – Untuk mengamankan aksi demo penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Imam Bonjol dikerahkan 350 personel polisi serta 200 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI). Personel polisi terbagi atas 175 personel dari Polisi Resort Kota (Polresta) Medan dan 175 Polisi Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut). Demikian ungkapan Kepala Pengamanan Objek Bandara Komisaris Polisi Tris L Zeviansyah saat ditemui setelah demo, Senin (17/6).

Tris menjelaskan pengamanan ini terdiri dari empat lapis pengendali massa (dalmas). Lapis dalmas awal dan lapis dalmas lanjutan diisi oleh personil dari Polresta Medan, lapis dalmas lanjutan yakni lapis baris ketiga diisi oleh Pasukan Anti Huru-Hara (PAH) Brigadir Mobil dari Polda Sumut. Sedangkan lapis terakhir diisi oleh PAH dari TNI.

Seluruh personel yang dikerahkan dilengkapi dengan perlengkapan pengendali massa yakni tameng, tongkat dan helm. Selain itu juga telah disipkan water canon dan gas air mata. “ Kita (personel dalmas red) mengamankan agar massa tak menerobos masuk ke Bandara Polonia,” ujar Tris.

Tris mengungkapkan dalam aksinyamassa membakar ban. Massa juga melakukan teatrikal penarikan ban dengan gigi serta teatrikal menginjak tubuh sebagai bentuk gambaran penderitaan rakyat oleh pemerintah.

Tris menambahkan aksi demo berjalan aman karena tidak ada tindakan anarkis, tidak ada massa yang menerobos barisan polisi pengendali massa dan tidak ada massa yang melakukan perusakan.

Menurut Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Medan Riko Putra Tanjung, aksi kali ini terdiri dari 21 Lembaga Swadaya Masyarakat yang tergabung dalam Kongres rakyat Sumatera Utara yang terdiri dari petani, mahasiswa, buruh dan masyarakat miskin kota.

 

 

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).