BOPM Wacana

LPM Teropong UMSU Gelar PJTD 2026, Tekankan Verifikasi dan Peran Kritis Mahasiswa

Dark Mode | Moda Gelap
Foto bersama para panitia dan peserta PJTD Teropong UMSU di Aula Fakultas Agama Islam UMSU, Sabtu (16/05/2026). | Sumber Istimewa
Foto bersama para panitia dan peserta PJTD Teropong UMSU di Aula Fakultas Agama Islam UMSU, Sabtu (16/05/2026). | Sumber Istimewa

Oleh: Deasy Glorya br Situmorang

Medan, wacana.org – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Teropong Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) 2026 yang mengusung tema “Vision and Verification: Mengungkap Fakta dalam Jurnalisme Visual”. Kegiatan yang diikuti oleh peserta dari berbagai LPM ini berlangsung di Aula Fakultas Agama Islam UMSU, Sabtu (16/5/2026).

Ketua panitia, Rayhan, mengatakan tema tersebut dipilih agar peserta mampu membangun karakter dan verifikasi informasi. “Melalui PJTD ini, para peserta diharapkan dapat membangun karakter jurnalis dengan kemampuan dasar yang tidak hanya berfokus pada pengambilan visual, tetapi juga pada keterampilan verifikasi informasi,” ujarnya.

Pada sesi materi pertama, Cristison Sondang Pane, membahas mengenai kode etik jurnalistik dan pola pikir seorang jurnalis dalam melihat sebuah peristiwa. “Seorang jurnalis tidak boleh hanya melihat suatu peristiwa dari permukaan, tetapi harus mampu memahami fakta secara mendalam. Yang kelihatan belum tentu itulah fakta yang sesungguhnya,” katanya.

Menurutnya, wartawan dituntut untuk terus memperluas pengetahuan dan sudut pandang agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang kritis dan bertanggung jawab. “Wartawan memaksa diri kita untuk menyerap sebanyak-banyaknya pengetahuan, karena mustahil menjadi seorang wartawan kalau tidak memiliki pengetahuan yang cukup,” tutur Cristison.

Sementara itu, pada sesi materi kedua, Nirwansyah Sukartara, menyoroti pentingnya pers mahasiswa untuk kembali menjadi media alternatif di tengah perkembangan media sosial dan konten digital. Ia menilai peran pers mahasiswa saat ini mulai tergeser oleh media berbasis media sosial. “Kalau kita kembali ke tahun 1998, pers mahasiswa itu menjadi pers alternatif. Yang dipercaya saat itu adalah mahasiswa,” ujarnya.

Selain itu, Nirwansyah juga mengingatkan peserta agar tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi seperti ChatGPT dalam menulis berita. Menurutnya, kemampuan menulis secara natural dan pemahaman dasar jurnalistik tetap harus dimiliki seorang wartawan.

Dalam pemaparannya, peserta turut dibekali pemahaman mengenai unsur 5W+1H, struktur penulisan berita, serta teknik wawancara untuk menggali informasi secara mendalam. Menurut Nirwansyah, kualitas seorang reporter dapat dilihat dari ketajaman wawancara dan kemampuan menggali informasi dari narasumber.

“Yang menandakan reporter itu beda, itu ketajaman wawancara. Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dasar jurnalistik, kemampuan penulisan berita, serta etika penyebaran informasi di era digital,” tutup Nirwansyah.

Salah satu peserta, Muhammad Baker Al Hakim dari LPM Dinamika UIN Sumatera Utara, mengaku kegiatan tersebut memberinya pengalaman baru dalam memahami dunia jurnalistik.

“Kesannya menarik, karena di sini kita belajar tentang teknik penulisan dan makin mendalami hal-hal tersebut. Dengan mengikuti PJTD ini, bisa menjadi dasar saya untuk menjadi seorang jurnalis, harapannya kedepan pelatihan jurnalistik terus diadakan agar mampu membangun jurnalis muda yang lebih kritis sekaligus mempererat hubungan antarpers mahasiswa di Kota Medan,” ungkapnya.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4

AYO DUKUNG BOPM WACANA!

 

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan media yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa USU.
Mari dukung independensi Pers Mahasiswa dengan berdonasi melalui cara pindai/tekan kode QR di atas!

*Mulai dengan minimal Rp10 ribu, Kamu telah berkontribusi pada gerakan kemandirian Pers Mahasiswa.

*Sekilas tentang BOPM Wacana dapat Kamu lihat pada laman "Tentang Kami" di situs ini.

*Seluruh donasi akan dimanfaatkan guna menunjang kerja-kerja jurnalisme publik BOPM Wacana.

#PersMahasiswaBukanHumasKampus