
Oleh: Iyusarah Pakpahan
USU, wacana.org – Komunitas Narasi bersama Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia berkolaborasi dengan Universitas Sumatera Utara menggelar Kompetisi Gagasan Sosial Inovatif (KGSI) 2026 di Aula Prof. Dr. Suhadji Hadibroto Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USU pada Rabu (13/5/2026).
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sesi talkshow, presentasi Top 8 finalis, hingga pengumuman pemenang kompetisi. Acara ini turut menghadirkan Najwa Shihab (Pendiri Narasi), Rod Brazier (Duta Besar Australia untuk Indonesia), serta Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan (Wakil Rektor I USU) yang sekaligus menjadi dewan juri.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I, Poppy, menyampaikan apresiasi kepada Narasi dan Kedutaan Besar Australia atas kolaborasi yang dinilai bermakna bagi mahasiswa dan generasi muda Indonesia. “Kehadiran program seperti KGSI tentunya bukan sekadar ruang kompetisi, melainkan juga ruang pertemuan gagasan, keberanian, kreativitas, dan harapan anak-anak muda Indonesia untuk masa depan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia berharap peserta tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga mampu menghadirkan aksi nyata melalui gagasan yang berdampak bagi masyarakat. “Melalui KGSI tahun ini, para peserta diharapkan mampu membangun kesadaran bahwa ide yang baik harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi dampak bagi masyarakat,” tambahnya.
Adapun delapan finalis yang berhasil masuk Top 8 berasal dari berbagai perguruan tinggi di Kota Medan, yaitu Nelson Gabriel Marbun (Universitas Katolik Santo Thomas), John Samuel Opusunggu (Universitas Medan Area), Anggun Dwi Nanda (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara), Hanna Hutauruk (USU), Aura Savinka Balqis (USU), Nur Syafiqa (USU), M. Ghozi Muzakki (USU), serta Sarah Manurung (Universitas HKBP Nommensen).
Dalam sesi talkshow, Najwa Shihab, menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan menjadi ruang bagi anak muda untuk menyampaikan ide dan inovasi yang dapat diterapkan di tengah masyarakat, khususnya pada era digital saat ini. Ia juga menekankan pentingnya kemampuan yang perlu dipersiapkan mahasiswa sejak bangku kuliah agar mampu bersaing dan berkontribusi di dunia kerja maupun masyarakat.
“Ada beberapa hal penting yang perlu dimiliki mahasiswa, yaitu kemampuan berpikir kritis di era AI, kemampuan bertahan di tengah situasi yang tidak pasti, dan keterampilan komunikasi. Karna percuma adek-adek punya gagasan bagus, tetapi tidak bisa meyakinkan orang lain tentang gagasan tersebut,” ujarnya.
Salah satu finalis, Hanna Hutauruk, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan stambuk 2023 USU, turut menyampaikan rasa bahagianya. “Tidak menyangka bisa masuk Top 8. Pastinya deg-degan karena para jurinya merupakan sosok-sosok hebat. Saya berharap ke depannya kompetisi seperti ini terus dipertahankan dan diperluas sehingga mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan melalui ide, inovasi, dan aksi nyata untuk Indonesia yang lebih baik,” ungkapnya



