
Oleh: Adilla Juli Azzahra
USU, wacana.org – Pelaksanaan Pemilihan Raya (Pemira) Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sumatera Utara (USU) telah berlangsung pada 16 April 2026 dari pukul 08.00-16.00 WIB di Ruang Asesor, Gedung A Psikologi.
Betania Putri Ginting, selaku panitia pelaksana di Fakultas Psikologi (FPsi), pada Kamis (16/4/2026), menyebutkan bahwa kendala utama dalam pelaksanaan Pemira kali ini berasal dari sistem e-voting melalui perangkat yang telah terdaftar.
“Ketika terjadi error, semuanya jadi terhambat. Harus menunggu teknisi, dan itu memakan waktu cukup lama sehingga antrean pemilih menjadi panjang, sedangkan mereka masih harus mengikuti kelas dan melanjutkan kegiatan lainnya. Banyak juga mahasiswa yang memilih meninggalkan antrean karena keterbatasan waktu,” jelas Betania.
Ia juga menegaskan pentingnya sikap kritis mahasiswa dalam menentukan pilihan. Menurutnya, keputusan untuk tidak memilih berarti menyerahkan hasil kepada pihak lain tanpa turut terlibat.
“Memilih itu bukan soal berpengaruh atau tidak, tetapi soal kepedulian. Jika memilih untuk tidak peduli, berarti kita juga siap menerima apa pun hasilnya,” tegas Betania.
Anisa Hargita Nupa, salah satu mahasiswa Fakultas Psikologi stambuk 2024, mengaku tidak menggunakan hak pilihnya karena tidak mengetahui kandidat yang akan dipilih. “Karena saya tidak tahu harus memilih siapa, saya hanya berdoa semoga hasilnya yang terbaik,” ujarnya.



