
Oleh: Hasrina Arum Maulida
USU, wacana.org – Korps Mahasiswa Pecinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup (KOMPAS) Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar kegiatan talkshow bertajuk “Lestari USU: Langkah Edukasi dan Aksi Tanam untuk Rehabilitasi Indonesia”, di Student Center USU, Jumat (5/6/2026).
Ketua Pelaksana Kegiatan Lestari, Cut Syifa Azzahra, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia melalui upaya menjaga pohon dan sumber daya air sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan di Indonesia. “Tujuannya yaitu memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan menjaga pohon dan menjaga air,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa peserta diperkenalkan dengan hortikultura sebagai langkah awal untuk membangun kebiasaan menanam dari hal yang kecil. Menurutnya, kebiasaan tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk melakukan penanaman yang lebih berdampak bagi lingkungan di masa mendatang.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berjalan dan berkembang sehingga mampu memberikan dampak lingkungan yang berkelanjutan. “Harapannya, bibit yang masih tersisa dapat terus ditanam secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak bagi lingkungan dan meningkatkan kesadaran untuk menjaganya,” ungkapnya.
Acara dimulai dengan pemaparan materi “Hutan, Lingkungan Hidup dan Pengendalian Kebakaran Hutan di Provinsi Sumatra Utara” oleh Asima Rohana Simbolon dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra Utara.
Selanjutnya, Dosen Fakultas Pertanian USU, Haryati, menyampaikan materi “Penghijauan Produktif Berbasis Hortikultura Pada Lahan Terbatas”. Kemudian ditutup oleh Ketua UKM Klintan USU, Ferdinan Rajama Sinurat, melalui materi “Demonstrasi Tanaman Hortikultura” yang disertai praktik penanaman secara langsung.
Salah satu peserta kegiatan, mahasiswa Keperawatan stambuk 2024, Tista Zebua, berpendapat kegiatan itu memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam aktivitas bercocok tanam sehari-hari. “Datang ke sini karena hobi menanam. Kegiatan ini sangat mendukung karena saya juga suka menanam di kos, jadi lumayan mendapat ilmu,” ujarnya.
Tista berharap kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan pada masa mendatang dengan persiapan dan pelaksanaan yang lebih baik. “Harapannya mungkin kegiatan ini bisa diadakan kembali dan disempurnakan lagi ke depannya,” tutupnya.



