
Oleh: Putri Salwa Assyifa
USU, wacana.org – Pelaksanaan Pemilihan Raya (Pemira) dilaksanakan serentak pada Kamis (16/04/2026) di seluruh fakultas Universitas Sumatera Utara (USU) dari pukul 08.00-16.00 WIB. Salah satu Pemira yang menunjukkan partisipasi tinggi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yakni di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) USU.
Pemira 2026 dilaksanakan menggunakan sistem e-voting, yaitu mahasiswa memakai hak pilihnya melalui komputer dengan mengakses situs Satu USU. Namun, mahasiswa sempat mengalami antrean panjang karena lamanya proses absensi. Mahasiswa harus menunggu saat panitia melakukan pencarian nama secara manual sebelum dapat melanjutkan ke tahap pemungutan suara.
Trivany Gracia Br Bangun, selaku panitia pelaksana di FKM USU, menjelaskan tidak terdapat aturan tertulis terkait mekanisme antrean. “Sistem adminitrasi pada antrean terpisah per stambuk, data absensi belum menggunakan urutan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) karena mekanisme pelaksanaan telah ditentukan oleh sistem secara terpusat,” jelas Trivany.
Trivany juga mengungkapkan keterbatasan komputer dan kendala sistem menjadi pemicu antrean yang panjang. “Antrean panjang terjadi karena keterbatasan jumlah perangkat yang hanya tersedia sebanyak tujuh komputer, kemudian sempat juga terjadi error pada sistem dalam beberapa waktu. Akan tetapi, setiap kendala error yang muncul langsung dilaporkan kepada panitia pusat,” jelasnya.
Ia juga turut menyoroti terkait keberadaan saksi pada Pemira kali ini. “Tidak ada daftar saksi secara pasti, namun terdapat dua orang saksi yang terlihat di lokasi dan dilengkapi surat mandat saksi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Trivany berharap adanya peningkatan pada sistem yang digunakan pada Pemira ke depannya. “Sistem yang digunakan diharapkan dapat lebih diperhatikan dan ditingkatkan, terutama untuk menghindari kendala teknis seperti error. Selain itu, pengurutan data absensi berdasarkan urutan NIM diharapkan dapat mengatasi antrean panjang,” tutupnya.
Nur Ridha Izmi Lubis, salah satu mahasiswa FKM USU 2024, menilai bahwa sistem e-voting membawa perubahan positif dibandingkan tahun sebelumnya. “Adanya sistem e-voting dapat mencegah terjadinya kecurangan daripadi secara manual, karena sistemnya juga lebih upgrade. Semoga kedepannya bisa ditambah lagi perangkatnya agar lebih efektif mengurangi antrean yang panjang,” ungkapnya.



