BOPM Wacana

UCHPOLM USU Gelar Diskusi Kesehatan Mental Remaja di Era Digital

Dark Mode | Moda Gelap

 

Gilang saat pemaparan materi dalam forum diskusi “Membaca Tantangan Psikososial Generasi Muda di Era Digital” di PUI USU, Selasa(2/6/2026). | Putri Salwa Assyifa
Gilang saat pemaparan materi dalam forum diskusi “Membaca Tantangan Psikososial Generasi Muda di Era Digital” di PUI USU, Selasa(2/6/2026). | Putri Salwa Assyifa

Oleh: Putri Salwa Assyifa

USU, wacana.org – USU Centre for Health Politics and Management (UCHPOLM) menyelenggarakan kegiatan Adolescent Mental Health Discussion bertajuk “Membaca Tantangan Psikososial Generasi Muda di Era Digital” pada Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid melalui pertemuan luring di Pusat Unggulan Iptek (PUI) Universitas Sumatera Utara (USU) dan Zoom Meeting yang diikuti oleh mahasiswa, akademisi, dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu kesehatan mental.

Diskusi diawali dengan pemaparan dari pemantik Zulfendri (Direktur UCHPOLM USU). Selanjutnya, materi disampaikan oleh Vita Camelia (dosen Fakultas Kedokteran USU sekaligus psikiater), serta M. Gilang Ramadhan (antropolog muda). Turut hadir juga Benny Iskandar, Kepala BRIDA Kota Medan, sebagai pembahas yang memberikan tanggapan terhadap materi yang disampaikan.

Memasuki sesi diskusi, Zulfendri sebagai pemantik  memulai dengan memaparkan kondisi kesehatan mental remaja di Indonesia dan menekankan perlunya penanganan yang serius. “Berdasarkan temuan dalam 12 bulan terakhir dari I-NAMHS (Indonesia National Adolescent Mental Health Survey), kita menghadapi realitas bahwa 34,9% remaja atau setara dengan 15,5 juta remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan tersebut perlu dijawab melalui penguatan kebijakan yang konkret, termasuk sistem pembiayaan kesehatan yang lebih inklusif, seperti BPJS Kesehatan untuk layanan kesehatan mental. Selain itu, investasi pada sumber daya manusia dan pengembangan layanan berbasis komunitas juga menjadi langkah strategis yang tidak dapat ditunda.

Pemaparan dilanjutkan oleh Vita yang menyoroti  kondisi kesehatan mental remaja di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan mental apabila tidak digunakan secara bijak.

Sementara itu, Gilang membahas isu kesehatan mental dari perspektif sosial dan budaya. Ia mengkritisi ketergantungan manusia modern terhadap teknologi yang dinilai telah mengurangi kemampuan untuk berinteraksi secara langsung.

Sebagai pembahas, Benny Iskandar menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dalam memahami dan menangani persoalan kesehatan mental generasi muda. “Masalah kesehatan mental generasi muda tidak cukup diselesaikan dengan persepsi. Kita membutuhkan data yang akurat untuk mengetahui kelompok yang paling rentan, faktor penyebabnya, serta intervensi yang tepat. Kebijakan yang baik harus lahir dari penelitian yang baik,” ujarnya.

Pada akhir sesi, peserta dan narasumber terlibat dalam diskusi interaktif yang membahas berbagai isu kesehatan mental generasi muda. Beberapa topik yang menjadi sorotan antara lain fenomena fatherless yang dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja serta digital stress pada mahasiswa tingkat akhir akibat standar yang dibentuk melalui media sosial, khususnya TikTok. Para narasumber menekankan pentingnya literasi digital dan dukungan sosial untuk menjaga kesehatan mental di era digital.

Salah satu peserta diskusi, Srael, mahasiswa FKM USU stambuk 2023, menyampaikan pandangannya mengenai forum tersebut.  “Paparan media sosial yang berlebihan dapat membuat mahasiswa membandingkan diri dengan teman sebaya dan menurunkan rasa percaya diri. Karena itu, penggunaan media sosial yang bijak penting untuk menjaga kesehatan mental,” ujarnya.

 

 

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4

AYO DUKUNG BOPM WACANA!

 

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan media yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa USU.
Mari dukung independensi Pers Mahasiswa dengan berdonasi melalui cara pindai/tekan kode QR di atas!

*Mulai dengan minimal Rp10 ribu, Kamu telah berkontribusi pada gerakan kemandirian Pers Mahasiswa.

*Sekilas tentang BOPM Wacana dapat Kamu lihat pada laman "Tentang Kami" di situs ini.

*Seluruh donasi akan dimanfaatkan guna menunjang kerja-kerja jurnalisme publik BOPM Wacana.

#PersMahasiswaBukanHumasKampus