
Oleh: Firda Elisa
| Judul | Teka-Teki Gambar Aneh |
| Penulis | Uketsu |
| Penerbit | Gramedia Pustaka Utama |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Tebal Buku | 312 halaman |
“Aku tidak bisa memaafkanmu. Meskipun demikian, kasih sayangku padamu tidak akan berubah.”
Teka-Teki Gambar Aneh merupakan karya kedua dari seorang YouTuber terkenal dari Jepang—Uketsu—sekaligus salah satu penulis kontemporer yang cukup populer di Jepang. Setelah novel pertamanya—Teka-Teki Rumah Aneh—cukup ramai diperbincangkan di Indonesia, kini ia kembali menerbitkan karya kedua di awal tahun 2026 yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Novel ini menceritakan mengenai berbagai gambar yang penuh dengan keganjilan yang akan dipecahkan oleh tokoh-tokoh di dalam ceritanya. Dengan dibagi ke dalam beberapa bab, seluruh cerita di dalam novel ini sebenarnya berkesinambungan satu sama lain.
Misteri dimulai dari sebuah blog misterius bernama “Catatan Hati Nanashino Ren” yang dimiliki oleh seorang lelaki yang gemar membagikan cerita hidupnya layaknya buku harian. Si pemiliki blog—yang diduga memiliki nama Ren—menuliskan beberapa hal, dimulai dari kesehariannya bersama sang istri yang tengah mengandung anak mereka hingga kegiatan yang mereka lakukan untuk menghabiskan waktu liburan.
Ren juga turut mempublikasikan beberapa hasil gambaran tangan istrinya yang diketahui berbakat dalam bidang seni. Gambar-gambar tersebut cukup variatif, mulai dari gambar seorang bayi, seorang anak yang beranjak remaja, seorang lelaki dan perempuan dewasa, hingga seorang wanita tua yang sedang duduk bersimpuh. Semua gambar tersebut Ren sebut dengan “Gambaran Masa Depan”.
Pada awalnya, setiap tulisan yang dibagikan Ren melalui blog tersebut tidak ada yang janggal, layaknya perjalanan seorang calon ayah yang tidak sabar menanti kelahiran buah hatinya. Istri Ren—Yuki—diketahui melalui tulisan Ren, beberapa kali mengalami masalah pada kesehatannya, termasuk kondisi janin yang berada dalam posisi sungsang. Akan tetapi, Ren selalu sabar dan senantiasa berada di sisi Yuki untuk melewati masa-masa sulit tersebut.
Semakin lama, Ren semakin jarang mempublikasikan tulisan di blog miliknya. Ada rentang waktu yang cukup panjang dari setiap tulisan. Salah satu tulisan terbaru yang dipublikasikan berjudul “Pengumuman” yang berisi kabar kelahiran anak mereka sekaligus kabar meninggalnya sang istri. Yuki diketahui tidak selamat saat proses persalinan berlangsung karena kondisi tubuhnya yang tiba-tiba menurun drastis.
Hampir tiga tahun setelah tulisan berjudul “Pengumuman” itu rilis, Ren kemudian mempublikasikan tulisan terakhirnya dengan judul “Teruntuk Orang yang Paling Kukasihi”. Isi tulisan tersebut mengungkapkan niat Ren untuk berhenti memperbarui blog serta adanya sesuatu hal yang telah ia ketahui di balik gambar-gambar buatan Yuki yang selama ini ia anggap hanya gambar biasa.
Ren tidak pernah mempublikasikan tulisan apapun setelahnya.
Berbeda dengan karya pertama Uketsu, Teka-Teki Gambar Aneh memiliki gaya penceritaan yang terasa berbeda sekaligus terasa lebih ‘matang’. Meskipun begitu, dialog antar tokoh masih tetap mendominasi isi dari novel ini. Dengan gaya penulisan yang cenderung menggunakan bahasa yang sederhana, novel ini terasa pas untuk pembaca yang baru mengeksplor bacaan bergenre misteri.
Tidak tanggung-tanggung, Uketsu turut membuat blog milik Ren menjadi nyata, untuk mendukung sensasi ‘realistis’ bagi pembaca novel ini. Blog tersebut dapat diakses melalui laman https://nanashinoren.blog.jp/. Jika diperhatikan, setiap tanggal, tulisan, hingga gambar yang dipublikasikan sama persis dengan yang tertera di novel.
Teka-Teki Gambar Aneh mampu membuat pembacanya merinding dan merasakan sensasi yang tidak biasa setiap menampilkan gambar-gambar yang penuh misteri. Semua petunjuk yang dirangkai terasa masuk akal dan logis dengan kehadiran antar tokoh yang seluruhnya berhubungan. Meskipun begitu, beberapa dialog antar tokoh masih terasa kurang ‘natural’ dan terkadang agak terkesan dipaksakan.
Akhir cerita yang disajikan dalam Teka-Teki Gambar Aneh dibuat tuntas tanpa ada hal yang mengganjal. Nampaknya, Uketsu sendiri juga bukan penulis yang gemar ‘menggantung’ ending ceritanya untuk membuat pembaca semakin berteori liar. Ada kepuasan tersendiri apabila sebuah novel misteri diselesaikan secara tuntas agar tidak menambah beban pikiran pembaca setelahnya.
Novel ini dapat menjadi salah satu opsi untuk bacaan ringan yang tetap memberikan sensasi horor bagi pembaca, terutama penikmat genre misteri. Tidak perlu berpikir terlalu berat selagi membaca novel ini, karena semua akan terungkap pada akhirnya.



