BOPM Wacana

Mengenal Empat Tipe Kepribadian A, B, C, dan D: Kamu yang Mana?

Dark Mode | Moda Gelap
Ilustrasi. | Firda Elisa
Ilustrasi. | Firda Elisa

Oleh: Firda Elisa

Pernah dengar bahwa orang yang terstruktur adalah tipe A? Atau orang yang santai adalah tipe B?

Diskursus mengenai tipe kepribadian manusia memang tidak pernah mencapai batasnya. Selain tipe kepribadian menurut Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) atau zodiak, empat tipe kepribadian ABCD juga tidak kalah populer untuk dibicarakan. Pasalnya, keempat tipe kepribadian ini dapat menentukan bagaimana cara manusia dalam mengelola stresnya.

Dilansir dari Mercer Mettl, empat tipe kepribadian ini dipopulerkan oleh dua kardiolog, Meyer Friedman dan Ray Rosenman. Pada awalnya, tipe kepribadian ini hanya terdiri dari A dan B yang kemudian berkembang dengan penambahan tipe C dan D.

Jika MBTI menggolongkan tipenya ke dalam 16 jenis berdasarkan empat dikotomi, penggolongan tipe kepribadian ABCD dilakukan berdasarkan perilaku, sikap, dan respons terhadap stres. Dengan begitu, empat tipe kepribadian ini dapat membantu dalam menemukan solusi dari permasalahan yang sedang dihadapi oleh individunya.

Seperti apa karakter dari keempat tipe kepribadian ini?

Menurut artikel yang ditulis oleh Benjamin (2020), tipe kepribadian A memiliki jiwa yang ambisius dan kompetitif untuk mencapai tujuannya. Mereka juga memiliki etos kerja yang tinggi, cukup terstruktur dan disiplin terhadap waktu. Akan tetapi, hal tersebut justru dapat membuat tipe A cenderung rentan terhadap stres, karena mereka biasanya tidak sabar, mudah marah dan terprovokasi.

Sementara itu, tipe B sangat berkebalikan dengan tipe A. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kanten, dkk. (2017) tipe B cenderung santai dan cukup fleksibel dengan perubahan yang terjadi di sekitar mereka. Dalam hal berkomunikasi, tipe B memilliki keterampilan yang lebih baik dari tipe A yang membuat mereka lebih mudah untuk mengekspresikan perasaannya. Namun, dalam hal disiplin, tipe B lebih mengutamakan kenyamanan dan biasanya memiliki kebiasaan untuk menunda-nunda pekerjaan di menit-menit terakhir.

Tipe C lekat dengan kepribadian yang negatif seperti ketidaktegasan dan kepasifan. Namun, tipe C memiliki sikap positif yang berdedikasi kepada orang lain, kooperatif, dan patuh yang membuatnya disukai dalam kehidupan kerja dan sosial. Mereka dikenal dengan kepribadian yang introvert, tertarik pada detail dan hal-hal baru. Dengan kata lain, mereka adalah orang yang kreatif dan imajinatif (Kanten, dkk., 2017).

Tidak jauh berbeda dengan tipe C, tipe D merupakan individu yang memiliki sifat pesimis dan cemas. Karena alasan tersebut, tipe D memiliki lingkup pertemanan yang terbatas serta kurang nyaman dengan keberadaan orang asing dalam kehidupan kerja dan sosial mereka. Dengan begitu, mereka turut memiliki stres kerja yang tinggi dan kesulitan dalam berinteraksi (Kanten, dkk., 2017). Namun, dilansir dari situs web Universiti Putra Malaysia, tipe D adalah orang yang cukup perhatian dan peduli terhadap orang-orang di sekitarnya.

Ternyata, empat tipe kepribadian ini juga berkaitan dengan kondisi kesehatan

Dari penelitian oleh Fiedman dan Rosenman dalam (Kanten, dkk., 2017) mengenai empat tipe kepribadian ini, sifat dan karakteristik yang dimiliki masing-masing tipe ternyata dapat memengaruhi kondisi Kesehatan mereka.

Tipe A, karena sifatnya yang tidak sabar, dianggap lebih rentan terhadap penyakit jantung dan memiliki tekanan darah yang lebih tinggi. Para peneliti juga menekankan bahwa individu dengan tipe A memiliki lebih banyak gejala kecemasan dan depresi serta gangguan tidur daripada tipe kepribadian yang lain.

Sementara itu, karena individu dengan tipe B cenderung lebih santai, mereka memiliki tingkat stres yang lebih rendah, terutama saat mengalami kegagalan. Justru tingkat tekanan darah mereka lebih rendah jika dibandingkan dengan tipe A. Kepribadian mereka yang adaptif membawa dampak positif pada kondisi kesehatan dan kesejahteraan hidup mereka. Dapat dikatakan bahwa tipe ini memiliki kualitas hidup dan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi.

Kepribadian Tipe C dianggap sebagai kepribadian yang rentan terhadap kanker dan berisiko mengembangkan kanker lebih mudah dan lebih cepat daripada tipe kepribadian lainnya. Selain itu, mereka juga kesulitan dalam menghadapi stres sehingga dengan mudah akan mengalami depresi.

Sama halnya dengan tipe C, individu dengan tipe D juga turut memiliki kerentanan terhadap stres dan gangguan mental lainnya. Tidak hanya itu, secara fisik, mereka berpotensi terserang berbagai masalah kesehatan, terutama penyakit kardiovaskular.

Meskipun begitu, kondisi kesehatan tersebut belum tentu akan dialami oleh setiap individu, asalkan tetap menjaga kesehatan mental dan fisik serta menemukan solusi yang tepat dalam mengelola stres. Dengan mengetahui keempat tipe kepribadian tersebut, akan lebih mudah dalam memahami bagaimana menghadapi individu dengan karakteristik yang beragam serta menghindari masalah personal yang dapat mengganggu kehidupan kerja maupun sosial.

Jadi, kamu termasuk tipe yang mana, nih?

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4

AYO DUKUNG BOPM WACANA!

 

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan media yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa USU.
Mari dukung independensi Pers Mahasiswa dengan berdonasi melalui cara pindai/tekan kode QR di atas!

*Mulai dengan minimal Rp10 ribu, Kamu telah berkontribusi pada gerakan kemandirian Pers Mahasiswa.

*Sekilas tentang BOPM Wacana dapat Kamu lihat pada laman "Tentang Kami" di situs ini.

*Seluruh donasi akan dimanfaatkan guna menunjang kerja-kerja jurnalisme publik BOPM Wacana.

#PersMahasiswaBukanHumasKampus