BOPM Wacana

Bisakah Kita Menyamai Tinggi Mereka?

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Gio Ovanny Pratama

“Pendek kali pemain-pemain kita ini, yang tertinggi saja hanya setinggi bahu lawan.”

2013 - tinggiBegitulah ucapan yang terlontar dari ayah saya ketika kami menonton pertandingan sepak bola antara Tim nasional (timnas) Indonesia melawan Timnas Uruguay beberapa tahun lalu. Memang benar, jika diperhatikan rata-rata tinggi badan pemain kita jauh lebih pendek dari tinggi pemain dari negara-negara Amerika Selatan ataupun Eropa. Rata-rata tinggi badan mereka berkisar antara 173-178 sentimeter, sedangkan tinggi rata-rata badan orang Indonesia hanyalah 158 sentimeter saja.

Belum lagi jika dibandingkan dengan beberapa negara dari Asia seperti Jepang atau Korea Selatan. Rata-rata tinggi badan mereka ada pada angka 170 sentimeter. Padahal dulu saya pernah mendengar cerita dari nenek bahwa orang Jepang yang menjajah di tahun 1940-an lebih pendek dari kita. Kenapa orang Eropa, Amerika ataupun Jepang bisa lebih tinggi dari kita? Adakah hubungannya dengan ras?

Sebuah laporan hasil penelitian dari UNICEF pada tahun 2003 menyatakan tak ada korelasinya antara ras seseorang dengan tinggi badan. Dalam laporan itu disebutkan ras yang sama bisa memiliki perbedaan tinggi badan yang mencolok apabila taraf ekonomi dan kesehatannya berbeda, sebagai contoh sekitar tahun 1990-an lalu orang Korea Utara hidup dalam taraf ekonomi dan kesehatan yang buruk, kelaparan banyak melanda negeri itu. Alhasil, remaja yang tumbuh di periode waktu itu memiliki tinggi badan dua belas sentimeter lebih pendek daripada orang Korea Selatan yang hidup lebih makmur pada periode yang sama.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Timothy J Hatton, seorang Profesor dari University of Essex menyimpulkan terjadi kenaikan tinggi badan orang Eropa sebesar sebelas sentimeter dalam kurun waktu 1870-1980. Pada tahun 1870 itu rata-rata tinggi orang Eropa adalah 167 sentimeter, sedangkan tahun 1980 meningkat jadi 178 sentimeter. Data tinggi badan ia dapatkan dari arsip militer dan rekam medis.

Menurut penelitian tersebut naiknya tinggi badan orang Eropa selama seratus tahun itu akibat membaiknya kondisi lingkungan, ekonomi, dan tingkat pendidikan serta asupan gizi dan nutrisi yang tepat. Seperti meningkatnya konsumsi ikan dan kalsium. Ikan mengandung protein yang nilainya sangat tinggi jika dibandingkan sumber protein lain. Protein sangat dibutuhkan tubuh untuk membangun dan mengganti sel yang rusak sehingga dengan cukupnya protein pertumbuhan bisa maksimal. Begitu juga dengan kalsium, kalsium sangat dibutuhkan oleh tulang untuk proses pembentukannya agar kuat dan bagus perkembangannya.

Rendahnya pendapatan ekonomi orang Asia, mengakibatkan mereka lebih sedikit mengkonsumsi makanan penunjang pertumbuhan badan seperti ikan, padahal ikan merupakan salah satu sumber utama untuk memiliki tinggi badan yang ideal. Oleh karenanya, penting bagi orang Asia untuk mengkonsumsi makanan bergizi untuk membantu pertumbuhan tinggi badan yang ideal. Contoh nyatanya adalah Jepang, mereka mengalami peningkatan tinggi badan yang pesat setelah taraf ekonomi dan kesehatan mereka membaik. Kita sering dengar bahwa orang Jepang banyak mengkonsumsi ikan sebagai makanan utamanya.

Dari data dua penelitian di atas membuktikan bahwa ras atau suku tak memiliki pengaruh pada tinggi badan seseorang. Tak selamanya Ras Kaukasoid (ras utama masyarakat Eropa) memiliki postur tubuh yang tinggi, buktinya mereka dulunya juga memilki tinggi badan seukuran orang Indonesia sekarang. Pun begitu dengan Ras Mongoloid (Ras utama masyarakat Asia) tak harus merasa minder memilki tinggi badan yang “mini” sebab Jepang dan Korea Selatan telah membuktikan dengan perbaikan taraf ekonomi dan kesehatan, tinggi badan bisa meningkat dengan cepat.

Pun begitu dengan penduduk Indonesia. Dengan perbaikan taraf ekonomi dan perbaikan layanan kesehatan akan mendukung pertumbuhan anak-anak Indonesia untuk mencapai tinggi badan yang ideal dan bisa menyamai tinggi badan orang Jepang bahkan Eropa. Kuncinya perbaikan taraf ekonomi akan membuka keran pengkonsumsian makanan penunjang pertumbuhan yang baik seperti ikan dan kalsium yang banyak terkandung pada susu. Sehingga kita pun bisa samai tinggi mereka!

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).