
WARTAWACANA – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU), menggelar diskusi bertajuk “Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai Dua Pilar Strategis Nasional: Perspektif dalam Menilai Efektivitas dan Dampaknya” di Aula Mikie Wijaya, FEB USU, Selasa (19/05/2026) pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh Civitas Akademika USU dan anggota GMKI FEB USU.
Kegiatan ini dipandu oleh moderator Michael Monang L. Gaol, selaku Wakil Sekretaris Komisariat Aksi dan Pelayanan (Wasek AKSPEL) GMKI FEB USU. Diskusi menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, yakni Dr. Lasma Melinda Siahaan selaku akademisi dan Masro Mario Sitohang sebagai praktisi. Kegiatan berlangsung tertib dan interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi.
Dalam pemaparannya, Dr. Lasma Melinda Siahaan selaku akademisi menilai bahwa pelaksanaan Program MBG telah berdampak positif bagi masyarakat, meskipun masih diperlukan evaluasi secara berkelanjutan. “MBG telah menunjukkan arah yang baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, evaluasi pelaksanaan di lapangan perlu terus dilakukan agar program ini berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Dari sisi praktisi, Masro menyampaikan bahwa program MBG dan KDMP dinilai berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap rantai pasok dan pengadaan bahan makanan agar tidak terjadi praktik monopoli oleh pihak tertentu. “Keberhasilan program terletak pada tata kelola yang transparan dan pengawasan ketat. Keterlibatan harus lebih banyak pelaku usaha lokal secara adil akan membantu memastikan manfaat ekonomi program dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” ungkapnya.



