BOPM Wacana

Vademekum Ringan Cara Bercerita Lewat Tulisan

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Renti Rosmalis

Judul : Creative Writing, Tip dan Strategi Menulis Cerpen dan Novel
Penulis : AS Laksana
Penerbit : GagasMedia
Tahun terbit : 2013
Halaman : 208 halaman

Dikemas dengan cerdas oleh penulis, buku ini bisa dijadikan pedoman menulis yang mudah dicerna.

Sumber Istimewa.
Sumber Istimewa

Dari sampul belakang buku ini ditemukan sebuah janji, begini isinya: “Creative Writing akan membantu mewujudkan ide-ide kita ke dalam tulisan dengan mudah dan menyenangkan.”

Ingat janji itu, nanti kita buktikan.

Lewat buku ini Laksana tak sekadar mengarahkan dan memberi teori tentang cara menuangkan ide cerita lewat tulisan, melainkan menggiring tangan untuk menulis cerita dengan benar. Bentuk cerita yang dimaksudkan dalam buku ini adalah cerpen dan novel. Bagaimana caranya menggiring?

Dalam buku yang merupakan buku revisi dari sebelumnya ini dihadirkan dua puluh kiat menulis terampil. Ditambahkan kiat tentang bagaimana membuat adegan yang menarik dan menulis dengan sudut penceritaan yang beragam.

Satu per satu kiat ini dibahas secara rinci dan dilengkapi dengan contoh yang salah dan yang benar. Tidak sekadar kiat, alasan-alasan mengapa kita menulis juga dipaparkan oleh AS Laksana.

Di awal bagian buku ini ada kiat untuk menulis secara umum, menulis jenis tulisan apa pun bisa gunakan kiat ini. Kata AS Laksana, rahasia kreativitas adalah dengan mendekatkan tangan dengan otak. Otak akan memikirkan sebuah ide, dan biarkan tangan menuliskan ide tersebut.Tangan adalah anggota tubuh yang paling dekat dengan isi dari kepala kita. Jadi, saat menemukan sebuah ide, tulislah! Itu kiat pertama sekaligus pembuka dari buku AS Laksana.

Pada judul kiat kedua, AS Laksana menulis “Anda Hanya Perlu Action. Itu Saja!”.Kutipan tersebut disambung dengan kutipan indah dari William Blake, penyair Inggris yang berbunyi “hasrat saja tanpa tindakan akan membiakkan penyakit” ikut menguatkan perintah action dari AS Laksana tadi. Katanya jika ingin menulis, ya menulislah, apa pun bakat dan kesukaan Anda, mulailah menulis sekarang juga.

Kiat kedua ini langsung disambung dengan kiat ketiga yang meminta untuk menulis buruk. Karena saat sudah menulis jangan pikirkan bagaimana menulis yang baik, tuliskan saja dulu apa yang ada di pikiran.

Menulis dengan buruk jauh lebih baik daripada membiarkan kertas kosong atau layar kosong. Tulisan buruk tersebut bisa jadi draf tulisan pertama yang nantinya bisa dikembangkan jadi bentuk tulisan yang lebih baik.

Nah barulah kiat-kiat berikutnya mengulas teknik-teknik menulis yang lebih spesifik, yaitu menulis cerpen dan novel. Untuk beberapa kiat yang diberikan sebenarnya bisa ditemukan di internet, tapi AS memberikannya lebih dengan ulasan yang lebih realistis terhadap keadaan para penulis pemula.

Ia mencontohkan banyaknya cerita yang dimulai menggunakan alam, misal matahari: Tania terjaga ketika matahari sudah lama menerobos kamarnya, atau Menik tersenyum menantang matahari. Nah, ini contoh tulisan pembuka yang diambil di beberapa novel. Untuk itu AS Laksana memberikan contoh kalimat pembuka dari novel-novel yang memberikan kalimat pembuka yang menarik. Hal ini agar penulis pemula tidak terjebak menulis kalimat pembuka yang membosankan.

Masih banyak sekali kiat-kiat yang dihadirkan AS Laksana, dua yang terakhir adalah Bacalah! dan Buka Kamus.

Dari banyaknya kiat-kiat menulis yang ada, kiat dari AS Laksana bisa jadi pilihan yang baik. Tak hanya teori, AS Laksana membuktikannya dengan karya-karyanya yang telah mendapatkan banyak penghargaan. Seperti kumpulan cerpen Bidadari yang Mengembara (2004) sebagai buku sastra terbaik pilihan Majalah Tempo.

Seperti yang telah disampaikan di awal, buku ini bisa dijadikan vademekum atau buku pedoman dalam menulis cerita. Bisa dibuka lagi saat menemukan kendala dalam menulis. Jangan khawatirkan penggunaan kata yang ada dalam buku ini. Semua jelas. AS Laksana tak sekadar memberi kiat agar bisa menulis saja, melainkan bagaimana agar tulisan lebih berisi dan berkualitas. Hal ini bisa dilihat dari penjelasan dari tiap kiat-kiat yang ia berikan. Bahkan novel-novel yang telah terkenal pun ia tunjukkan kesalahannya.

Meski bukan buku cerita, kita juga tidak akan bosan membacanya. AS Laksana cerdas dalam memancing pembaca untuk menikmati tiap kiat yang ia berikan. Cara ia menjelaskan juga lebih komunikatif, dua arah.

Sesekali ia masukkan contoh cerpen miliknya atau penggalan cerita sebagai bahan dari teori yang ia berikan. Apalagi, setiap memulai satu kiat baru dibubuhkan ilustrasi dan kutipanmenarik yang maknanya mendukung kiat yang ia berikan.

Mau buktikan janji di sampul belakang buku ini, bacalah sambil coba menulis. Apalagi bagi penulis pemula buku ini sangat dianjurkan.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).