BOPM Wacana

Skrip FTV Ala Kota Medan

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Guster CP Sihombing

Judul Buku: Orang Medan Bercerita

Penulis: NBC Medan

Penerbit: NulisBuku.com

Harga: Rp 35.000

Halaman: 137 Halaman

Tahun Terbit: 2012

Selama ini televisi di Indonesia dihujani Film Televisi (FTV) dengan latar Kota Jogja atau Pulau Bali, kali ini kita disuguhi skrip-skrip mentah ala FTV dengan latar Kota Medan. Penulisnya pun berasal dari Medan. Buku ini dikemas dengan beberapa cerpen dan syair dari Kota Medan.

Dibuka semacam pengantar oleh Irda Handayani dengan tulisan I Love Medan, yang menceritakan setiap sudut Kota Medan dari sudut pandangnya sebagai penghuni Medan. Semacam pengantar khas dinas pariwisata. Untuk Anda yang baru pertama kali ke Medan atau yang sudah tinggal lama di Medan, pasti akan atau sudah menemui istilah-istilah yang ia ceritakan.

Istilah nyeleneh khas Medan ia suguhkan dengan gamblang. Sebutan kereta untuk sepeda motor dan motor untuk mobil, galon untuk pom bensin, pajak untuk pasar, dan kelen untuk menyebut kalian, dan masih banyak lagi. Siapa yang tak tahu kalau katanya orang Medan kalau lagi ngomong seperti orang marah? Ia juga menceritakannya di sini.

Buku ini ditulis dengan ringan khas blogger karena penulis-penulisnya pun berasal dari sebuah komunitas blogger di Kota medan, yakni Nulis Buku Community (NBC) Medan. Jadi, buku ini cocok dibaca untuk bersantai. Sebanyak 17 penulis menyumbangkan tulisannya baik berupa cerpen maupun syair-syair.

Sayangnya, setiap cerpen yang ada di buku ini berbeda tingkatannya. Mungkin kualifikasi setiap penulis belum sama. Terlihat di beberapa cerpen yang penceritaannya terkesan gantung dan tidak tuntas. Meskipun begitu, buku ini mempunyai satu benang merah, yaitu kisah percintaan layaknya FTV zaman sekarang.

Karena penulisnya berasal dari beragam latar belakang, hal yang menjadi ide ceritanya pun ada yang menyangkut kisah si penulis. Pegawai antar kota oleh Tommy contohnya. Ia menceritakan bagaimana pegawai-pegawai yang berasal dari Kota Medan setiap Senin pagi harus berangkat ke kota penempatannya. Ada yang ke Perbaungan, Tebing Tinggi, Sei Rampah, dan lainnya. Bagaimana para pegawai harus mengejar waktu ketika Jumat tiba dan akan pulang ke Kota Medan. Lebih hidup penceritaan pegawai antar kota ini.

Buku ini memang bukan satu-satunya buku yang menceritakan mengenai Kota Medan, tapi menjadi buku karya anak-anak muda Kota Medan yang menunjukkan ‘taring’-nya di dunia sastra. Bagaimana tidak, mereka menarik ide-ide dari kehidupan sehari-hari menjadi cerita yang enak dibaca.

Saking sederhananya, Citra Mardiyati menceritakan bagaimana seorang tukang becak dayung khas Kota Medan yang pasti adalah laki-laki tua. Ia memberi judul Uwak untuk cerpen ini, karena kebiasaan orang Medan memanggil orang yang lebih tua dengan sebutan Uwak.

Menurut pengulas, buku ini adalah skrip mentah ala FTV dengan latar Kota Medan, ya karena di setiap cerita mengambil latar belakang kehidupan di Medan. Baik kebiasaan orang Medan, tempat, maupun adat Batak yang identik dengan kota ini.

Kita tinggal menunggu karya berikutnya dari NBC Medan yang sudah berdiri sejak 9 Juli 2011 ini, agar karya-karya dan eksotisme Kota Medan bisa terus dikenang dan diketahui oleh banyak orang.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).