BOPM Wacana

Kisah Cinta Dari Barcelona

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Izzah Dienillah Saragih

Judul: Barcelona Te Amo, Masih ada sketsa rindu untukmu

Penulis: Kireina Enno

Penerbit: Bukune

Tebal Halaman: 263

Dia datang bagai musim panas yang indah. “Te amo,” pelan ucap Katya. Akankah dia dengar?

Adalah Katya Sadewi, gadis yatim piatu yang tinggal bersama paman dan sepupu perempuannya, Sandra. Sedari kecil ia dan Sandra bersahabat karib dengan Evan. Ketiganya tumbuh dan besar bersama-sama. Katya si anak manis, dan Sandra sang troublemaker.

Di tengah-tengah mereka ada Evan, sebagai penengah sekaligus sumber konflik Sandra dan Katya. Persahabatan mereka goyah ketika di perpisahan SMA, Evan jujur kepada Katya, kalau ia menyukai Katya dan Sandra. Meski Katya menyadari ada perasaan yang berbeda kepada Evan, Katya marah. Sebab ia tahu Sandra amat menyukai Evan. Demi kebaikan sepupunya, ia menekan perasaannya kepada Evan dan memilih pergi ke Barcelona memenuhi tawaran pamannya untuk kuliah Seni lukis di sana. Katya berpikir kepergiannya akan memudahkan hubungan Sandra dan Evan.

Di Barcelona selain kuliah, Katya bekerja di sebuah galeri seni,d’Estpana milik keluarga Alvarez. Katya juga menyalurkan hobinya melukis. Lukisan Dandelion milik Katya pulalah yang mempertemukannya dengan Manuel Estefan, seorang kurator di Eropa yang tengah naik daun. Manuel mengajak Katya untuk mengikutsertakan lukisannya dalam sebuah pameran seni.

Sikap Manuel yang cenderung murung, tertutup dan angkuh (yang ternyata dipengaruhi oleh masa lalunya yang pernah ditinggal kekasih), membuat Katya awalnya antipati terhadap pria tampan itu. Namun, rentetan pertemuan-pertemuan uniknya dengan Manuel ternyata mampu menimbulkan percikan-percikan tersendiri di hati Katya. Katya kagum pada sosok Manuel.

Di tengah kesibukannya menyiapkan lukisan untuk pameran dan kuliah, masalah segitiga antara Katya, Sandra dan Evan muncul lagi. Sekian tahun di Barcelona masalah di antara mereka tetap ada. Sandra datang mengunjunginya di Barcelona secara tiba-tiba. Ia sengaja ke Barcelona sebagai pelarian akibat hubungannya dengan Evan kandas.

Pasalnya Evan tidak kuat menghadapi Sandra yang selalu saja membuat ulah. Terakhir, Sandra mabuk dan menabrak orang hingga meninggal. Evan bosan dengan tingkah Sandra yang menurutnya selalu mencari perhatian, berbeda dengan Katya yang mandiri dan manis. Sementara Sandra menganggap Evan selalu membandingkannya dengan Katya dan menjadikannya sebagai pelarian.

Di Barcelona Sandra tak henti membuat ulah. Apalagi ketika ia tahu Evan juga ada di barcelona dalam rangka tugas kerja. Ia memanas-manasi Evan dengan mendekati Manuel. Padahal, ia juga sebenarnya cemburu ketika Evan dengan terang-terangan berusaha mendekati Katya kembali. Sementara Katya sendiri ragu, apakah ia benar-benar mencintai Evan? Atau justru sosok Manuel yang ternyata hangat, yang benar-benar tulus mencintainya?. Di tengah konflik batin dirinya, antara manuel atau Evan, ia juga dihadapkan pada Sandra yang tak henti mengulah. Puncaknya, Sandra menyatakan perasaannya kepada Manuel namun ditolak mentah-mentah oleh Manuel. Sandra yang sakit hati, memutuskan minum-minum di bar hingga mabuk. Tak dinyana di bar ia bertemu dengan Evan dan ia tidur dengan Evan.

Evan menuduh Sandra sengaja menjebaknya lantaran saat itu hubungannya dengan Katya membaik. Sandra tambah sakit hati. Frustasi, ia mengulah dengan kabur dan merusak lukisan Katya yang akan diikutkan pameran. Katya marah. Perasaan Katya kepada Sandra pada akhirnya mencapai puncaknya. Katya yang sudah lelah mengalah bertahun-tahun hingga menjadi tameng atas kesalahan Sandra, akhirnya memarahi Sandra karena sudah terlalu banyak membuat ulah dalam kehidupannya. Disitu ia juga menyadari bahwa ia tidak mencintai Evan, tak seperti Sandra. Badai mereda, Sandra pulang ke Indonesia. Tapi bagaimana dengan string di hati Katya terhadap Manuel? Akankah ia menyadari perasaannya yang sesungguhnya?

Menurut saya, inti dari cerita ini adalah cerita bagaimana Katya yang patah hati lalu kabur ke Barcelona dan jatuh cinta lagi dengan seseorang di sana. Dia datang bagai musim panas yang indah. “Te amo,” pelan ucap Katya. Akankah dia dengar. Pergulatan hati Katya pada Manuel. Bagaimana sosok Manuel membuka hati Katya pada bentuk cinta yang baru.

Namun, porsi Manuel sebagai bentuk jatuh hati Katya yang baru terlalu sedikit. Cerita ini malah akhirnya bertutur lebih banyak pada konflik Katya-Evan-Sandra. Sebuah konflik antara persahabatan, keluarga dan cinta yang sederhana. Saking terlalu sederhana, konfliknya terasa klise. Plot-plot seperti ini sudah terlalu sering ditemukan dalam novel pada umumnya. Beberapa konflik juga terasa dibuat-buat dan tidak masuk akal.

Barcelona dengan sudut-sudut dan tata kotanya yang indah tidak membantu banyak menguatkan cerita. Meskipun deskripsi Barcelona dalam novel ini detail, namun terasa sekali jika Barcelona hanya menjadi tempelan dalam cerita ini.

Tak perlu jauh-jauh ke Placa de Catalu-nya tempat merpati bercengkerama, atau pilar-pilar Gothic Quarter yang megah, atau tempat-tempat indah dan dramatis lainnya di Barcelona jika hanya disandingkan dengan cerita cinta, persahabatan, dan keluarga yang pas-pasan dan klise!

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4