BOPM Wacana

Pererat Hubungan Jepang-Indonesia, Konjen Jepang Hadirkan Wasabi

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Renti Rosmalis

Dua anggota grup musik tradisional Jepang, Wasabi, Hiromu Motonaga memainkan alat musik Shakuhachi, dan Naosaburo Biho memainkan Taiko. Minggu, (27/10).| Renti Rosmalis
Dua anggota grup musik tradisional Jepang, Wasabi, Hiromu Motonaga memainkan alat musik Shakuhachi, dan Naosaburo Biho memainkan Taiko. Minggu, (27/10).| Renti Rosmalis

BOPM WACANA  Dalam rangka perayaan 55 tahun hubungan persahabatan Jepang-Indonesia, Konsulat Jendral (konjen) Jepang di Medan hadirkan grup musik tradisional Jepang, Wasabi. Konser musik yang berlangsung sekitar dua jam ini diadakan di hotel Grand Aston, Minggu (27/10).

Fuji Hamada, Konjen Jepang di Medan menjelaskan, Wasabi merupakan nama grup musik tradisional klasik modern Jepang yang beranggotakan empat orang anak muda Jepang. Adapun alat musik yang dimainkan adalah Shamisen, Shakuhachi, Koto, dan Taiko. “Musiknya dapat membuat pendengar terlena,” kata Fuji.

Fuji berharap, melalui musik dan perkenalan budaya dapat mempererat hubungan persahabatan anatra Jepang dan Indonesia.

Dalam konser ini, Wasabi memainkan sekitar sepuluh nyanyian Jepang dan ditutup oleh lagu Bengawan Solo.

Chairunnisa Aida Siregar, Mahasiswa Sastra jepang USU mengatakan, ketertarikannya atas konser ini adalah karena Wasabi memainkan alat musik tradisional, “Kalo kayak band-band biasa saya gak mau nonton,” ungkap Aida. Aida juga menambahkan, jika dilihat dan didengar, alat musik yang dimainkan sebenarnya mirip seperti alat musik tradisional Indonesia dengan nama yang berbeda.

Aida berharap hubungan budaya antara Jepang dan Indonesia tidak berat sebelah. Indonesia bisa meniru Jepang dalam hal promosi budaya. “Sekarang lebih gampang lihat pertunjukan budaya Jepang di Indonesia daripada liat budaya tradisional Indonesia sendiri,” pungkas Aida.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).