BOPM Wacana

Kompos Eceng Gondok Bisa Selamatkan Danau Toba

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Renti Rosmalis

Annette Horschman (kanan) saat berdiskusi bersama peserta salam ulos di kediaman Annette di Tuk Tuk, Samosir, Kamis (14/11).| Gio Ovanny Pratama
Annette Horschman (kanan) saat berdiskusi bersama peserta salam ulos di kediaman Annette di Tuk Tuk, Samosir, Kamis (14/11).| Gio Ovanny Pratama

Samosir, wacana.org/arsip – Pupuk kompos yang terbuat dari eceng gondok dapat menyelamatkan Danau Toba dari kerusakan lingkungan. Selain berfungsi menyerap kotoran dan nikel di air, eceng gondok juga dapat mengurangi keindahan Danau Toba. Hal ini disampaikan oleh Annette Horschmann aktivis lingkungan Danau Toba dalam diskusi bersama perwakilan 13 Lembaga Pers Mahasiswa Se-Indonesia dalam acara Salam Ulos Pers Mahasiswa SUARA USU 14 November di Tuk Tuk, Kabupaten Samosir.

Annette menjelaskan, eceng gondok bisa dijadikan pupuk kompos yang jauh lebih ramah lingkungan daripada pupuk anorganik yang dapat merusak tanah jika digunakan secara terus-menerus. Selain pembuatannya yang mudah, bahan pokoknya gampang didapatkan, eceng gondok tak kalah bagusnya untuk menjadikan tanaman dan tanah menjadi subuh. “So, kita harus back to nature sekarang,” kata Annette.

Pembuatan pupuk kompos dari eceng gondok terbilang cukup mudah. Eceng gondok yang ada di danau cukup diangkat dan dibiarkan selama lebih kurang dua minggu di dalam bak penampungan. Setelahnya, eceng gondok akan membusuk dan melebur hingga menjadi kompos.

Marandus Siraut, aktivis lingkungan Danau Toba menambahkan, kualitas air Danau Toba tak sebagus seperti yang terlihat. Meski kerusakan tak tampak, sebenarnnya Danau Toba telah rusak baik karena eceng gondok yang banyak tumbuh di danau atau pun karena kerusakan yang disebabkan oleh hal lainnya. “Kompos dari eceng gondok bisa jadi solusi,” kata Marandus.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).