BOPM Wacana

Pemira USU 2015 atau 2016?

Dark Mode | Moda Gelap
Ilustrasi: Alfat Ibrahim Putra

 

Oleh: Redaksi

Mari berdoa semoga Pemilihan Umum Raya (Pemira) USU benar-benar terlaksana. Tak 2015, 2016 pun jadi.

Tahun 2015 harusnya kembali menjadi perayaan demokrasi paling terasa di kampus almamater hijau tercinta ini. Bagaimana tidak, kalau rencana yang dijadwalkan jauh-jauh hari diikuti dan dilaksanakan dengan baik adanya tentulah tahun ini kita akan berpesta demokrasi.

Ada pemilihan orang nomor satu di kampus ini dalam tataran elit—rektor—yang telah dibuka dengan terpilihnya orang nomor satu dalam lembaga nomor satu di kampus ini, Majelis Wali Amanat (MWA). Harusnya juga ada pemilihan orang nomor satu di tataran mahasiswa tahun ini, yakni presiden mahasiswa (presma).

Kabinet Sinergis yang digawangi oleh Presiden Mahasiswa Brilian Amial Rasyid harusnya sudah menyelesaikan tanggung jawabnya Juli tahun ini, yang seharusnya pembentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah jauh-jauh hari dilakukan, agar saat Pak Presiden lengser, sudah ada presiden yang baru. Tak terjadi kekosongan.

Tapi sepertinya baik Pemerintahan Mahasiswa (Pema) USU dan KPU USU 2015 sudah bekerja sama dengan baik. Buktinya hingga kini, saat Pemilihan Umum Raya (Pemira) USU 2015 masih seperti cita-cita, Pak Presiden juga masih setia di singgasananya. Mencegah kekosongan kekuasaan, toh?

KPU USU 2015 terbentuk September lalu, dan hingga kini belum mengerjakan apapun. Kini, Desember menjelang, dan 2015 tak lama lagi akan berganti. Cita-cita melaksanakan pemira tahun ini hanya akan tetap menjadi cita-cita.

Entah apa yang sedang dipersiapkan KPU di internal mereka. Terakhir kali, saat akhir November dijadwalkan sebagai rapat penentuan timeline pemira, tak terlaksana dikarenakan ketuanya berhalangan, dan anggota yang lain turut berhalangan. Rapat tinggallah kenangan.

Mari kita runut. Sebelumnya, KPU butuh hampir sebulan untuk merumuskan struktural kepengurusan. Saat sudah terbentuk, mereka ajukan surat audiensi kepada Pejabat Rektor untuk meminta dana dan minta dihubungkan ke KPU Sumut. Mau belajar bagaimana menjadi KPU, katanya. Audiensi belum jelas, pemira juga kelihatan semakin jauh. Bahkan kalau di gambaran kasar waktu mereka, pemira baru akan terlaksana tahun depan.

Entah apakah kawan-kawan kita yang sedang duduk di KPU sudah memiliki konsep akan bagaimana Pemira USU 2015 ini, yang pasti persiapan pemira tidak hanya sebatas persiapan internal orang-orang di dalam KPU saja. Persiapan para pelaku utama juga harus dipikirkan.

Yang pertama mahasiswa. Bukan rahasia lagi kalau—katakanlah saat ini jumlah mahasiswa USU sebanyak 40 ribu—tentu paling kuat ¼ dari jumlah keseluruhan menjadi pemilih. Tugas berat KPU adalah mensosialisasikan dan memastikan kesadaran kawan-kawan mahasiswa lain akan pentingnya turut berpartisipasi dalam pemira.

Yang kedua, Kelompok Aspirasi Mahasiswa (KAM). Layaknya partai politik, tentu harusnya sekarang tiap KAM di USU yang ingin berpartisipasi sudah mempersiapkan kandidat masing-masing. Sudah mempersiapkan konsep kampanye dan melihat-lihat peta politik USU. Bukan malah masih berkutat dengan masalah internal anggotanya.

Yang ketiga, tentu saja peran Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas (MPMU). Sebagai legislatif tertinggi di dalam miniatur negara USU ini, MPMU harusnya adalah orang yang paling merecoki, memastikan semua hal terkait perpolitikan negara ini berjalan dengan semestinya. Ya, LPJ presma tepat waktu. Ya, Pema USU jalankan fungsingnya dengan baik. Ya, KPU segerakan kerjanya. Tapi mau bagaimana memastikan kerja yang lain berjalan dengan baik, MPMU saja masih belum move on dari masalah struktural mereka sejak tahun lalu.

Bagaimanapun harus ada check and balance dari ketiganya, juga dari pema. Tapi melihat kondisi seperti ini, bukan hanya mahasiswa saja yang selama ini disebut apatis, bahkan pelaksana pemerintahannya pun sudah bertindak apatis. Check and balance dianggap angin lalu. Ibaratnya, tahu kesalahan si A dan menganggapnya sesuatu yang benar. Atau tahu kesalahan si B, namun malas membahasnya. Akhirnya, kesemua unsur tenggelam bersama-sama, tak ada yang berusaha menarik diri dan yang lain dari air.

Ya sudah. Mau cakap-cakap masa lalu juga tak akan menghadirkan solusi apapun. Kini yang perlu dipikirkan adalah pelaksanaan pemira secepatnya. Bagaimanapun, kita harus terus menjalankan pemerintahan yang sehat, satu tahun dalam tiap periodesasi.

KPU bisa memulai menggencarkan sosialisasi ke unsur-unsur yang berkaitan sembari menunggu jawaban audiensi dari Pak Rektor. KAM bisa segera membuat kepengurusan baru—buat yang terkendala di sturktur internal—dan musyawarah memutuskan siapa yang diusung. Mahasiswa bisa mulai menajamkan antena pengawasnya dari sekarang. MPMU? Yahh, bangun saja dulu dari tidur panjangnya.

Kalau seperti ini, mari bersiap-siap berganti nama menjadi Pemira USU 2016, bukan lagi 2015.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4