BOPM Wacana

Pemandian Ajaib dari Tarutung

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Erista Marito Oktavia Siregar

Air soda dijadikan kolam pemandian! Hanya dua di dunia dan satu-satunya di Indonesia. Selesai mandi tak hanya rasa segar yang didapat, tapi juga khasiatnya. Pun lokasinya mudah dijangkau.

Plakat pemandian air soda yang berada di pinggir jalan, Jumat (7/2) | Erista Marito Oktavia Siregar
Plakat pemandian air soda yang berada di pinggir jalan, Jumat (7/2) | Erista Marito Oktavia Siregar

Ia berada tepat di pinggir jalan dan aksesnya mudah dari pusat kota Tarutung. Buktinya, hanya butuh waktu sekitar sepuluh menit dari pusat kota menggunakan mobil atau sepeda motor. Pemandian ini ramai wisatawan, ada dari lokal maupun luar daerah.

Sampai di lokasi, yang pertama dilihat justru sebuah kedai yang ukurannya kira-kira dua belas kali tujuh meter. Kedai yang berlantaikan semen dan berdinding papan ini di dalamnya terdapat beberapa meja dan kursi yang panjangnya sekitar dua setengah meter milik pengelola pemandian. Dari kejauhan tidak terlihat di mana letak pemandiannya, tapi jika mendekat ke kedai tadi maka di bawahnya akan tampak kolam pemandiannya. Kita harus menuruni lima tangga semen sepanjang kurang lebih tiga meter yang tingginya satu setengah meter lagi untuk menggapai pemandian itu.

Sejuknya kolam pemandian air soda ini dipengaruhi lokasinya yang berada di tengah hamparan sawah milik warga. Lagipula, Tarutung merupakan dataran tinggi yang udaranya selalu dingin. Ditambah lagi, mandi di sana pun gratis.

Namun wisatawan yang baru saja tiba harus rela antri untuk mandi. Saat itu, ada kira-kira tiga puluh orang yang sedang mandi. Ditambah lagi wisatawan yang sedang menunggu di kedai milik pengelola pemandian.

Kolamnya tidak begitu besar. Hanya berukuran sekitar tujuh kali enam meter dengan bentuk setengah lingkaran. Sebab kolam ini tidak begitu besar karena sumber mata airnya hanya satu.

Kolam tersebut dibangun langsung pada sumber mata airnya yang muncul secara terus menerus dari dalam tanah. Airnya berganti setiap detik dengan debit yang cukup besar. Namun letak kolam tidak mengganggu persawahan warga karena terdapat pemisah berupa tembok semen di pinggiran kolam

Semakin lama, wisatawan yang mandi semakin sedikit dan kolam makin sepi, segera wisatawan yang menunggu sambil makan langsung menghabiskan makanannya. Wisatawan yang hendak mandi langsung menuju kamar ganti yang berada di samping tangga.

Eka Fitri Monica Siregar misalnya. Seorang wisatawan pengunjung pemandian air soda ini. Kali ini dia bersama kelurganya kembali mengunjungi air soda sebagai wahana liburan. Ketika dia sampai di tempat pemandian, terdapat banyak wisatawan yang sebelumnya telah mandi lebih dulu, dia pun menunggu kolam sepi untuk mandi. Sembari menunggu, dia memilih menikmati makanan terlebih dahulu.

Wisatawan berenang di Kolam pemandian air soda, Jumat (7/2). | Erista Marito Oktavia Siregar
Wisatawan berenang di Kolam pemandian air soda, Jumat (7/2). | Erista Marito Oktavia Siregar

Berganti dengan wisatawan yang telah selesai mandi, waktunya bagi Eka dan keluarga untuk mandi di kolam pemandian soda. Sebenarnya tidak ada ditentukan kapan wisatawan mandi ataupun makan. Namun, secara otomatis, saat wisatawan sangat banyak, terjadi pergantian waktu mandi dan makan di antara para wisatawan.

Harga makanannya cukup terjangkau, membuat pengunjung semakin merasa nyaman.Terdapat pula makanan khas yang selalu diserbu oleh wisatawan, yaitu keripik pedas yang dibuat asli oleh pengelola pemandian tersebut.

Bagi yang tidak bisa berenang, menyewa ban bisa jadi pilihan. Ban yang kecil disewa Rp 3 ribu sedangkan yang besar Rp 5 ribu. Sebab, tengah kolam pemandian sangat dalam. bahkan disebut tidak diketahui pasti berapa meter.

Kurang lebih dua jam berlalu. Eka dan keluarganya selesai mandi dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh serta ganti baju. Tetap ada rasa hangat walau kondisi cuaca dingin setelah berendam karena soda dari air kolam.

Pun ada banyak manfaat yang dirasakan jika mandi di sini. Air soda dipercaya mampu menyembuhkan penyakit kulit seperti gatal-gatal dan kutu air. Ada yang menyebut air soda mampu menjadi terapi nonfarmakologis bagi penderita berbagai penyakit. Pun dipercaya mampu melancarkan metabolisme.

Tak jarang ada wisatawan yang menderita penyakit jantung berendam di sini karena dipercaya mampu menyegarkan penderita.

Eka mengatakan dia mempunyai penyakit kulit yakni kutu air. Dia bilang ketika dia merendamkan kakinya ke air soda, ada rasa pedih yang dialaminya. “Saya sendiri kan ada kutu air, setelah berendam di air soda, lumayan keringlah kutu airnya,” pungkasnya.

Eka mengatakan, awalnya dia mengetahui khasiat tersebut dari orang-orang yang mengatakan air soda bisa membantu menyembuhkan penyakit kulit. Lantas, dia langsung mencobanya dan ternyata cukup berkhasiat.

Ini bukan kali pertama Eka ke air soda, sebab sejak kecil dia tinggal tidak jauh dari pemandian air soda. Meski merupakan wisatawan lokal, Eka tidak pernah bosan berkunjung ke pemandian air soda.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).