BOPM Wacana

Medan-Kualanamu, PT Railink Siapkan 20 Kereta Api

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Ridho Nopriansyah

 

 Seorang petugas memandu calon penumpang menggunakan e-ticketing Kereta Api Bandara di Bandara Internasional Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Kamis (25/7). | Andika Syahputra

Seorang petugas memandu calon penumpang menggunakan e-ticketing Kereta Api Bandara di Bandara Internasional Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Kamis (25/7). | Andika Syahputra

BOPM WACANA —­­ PT Railink mengoperasikan 20 kereta api menuju Bandar Udara (Bandara) Kualanamu, Deli Serdang. Hal ini disampaikan Firman, salah satu petugas di Stasiun Kereta Api Bandara Kualanamu, Kamis (25/7) kemarin.

Firman menambahkan, pengoperasian 20 kereta setiap hari karena diprediksi tingginya arus penumpang yang akan melewati bandara. Hal ini berkaca dari kondisi Bandara Polonia yang dipadati lebih dari 5 juta penumpang per tahun.

Masih menurut Firman, 10 kereta api disiapkan untuk mengantarkan penumpang dari Stasiun Kereta Api Pusat di Medan menuju Bandara Kualanamu. Begitupula sebaliknya untuk 10 kereta yang berangkat dari Bandara Kualanamu menuju Medan.

Jadwal keberangkatan kereta api sementara telah ditentukan untuk Kamis (25/7) kemarin hingga Sabtu (31/8) mendatang. Keberangkatan pertama dari Medan-Kualanamu dimulai pukul 04.00 WIB dan terakhir pukul 20.00 WIB. Sedangkan keberangkatan pertama dari Kualanamu-Medan dimulai pukul 05.50 WIB dan terakhir pukul 00.15 WIB. Biaya yang dikenakan bervariasi mulai Rp 50 ribu–Rp 80 ribu dengan jarak tempuh antara 37-47 menit.

Selain kereta api dengan akses langsung ke bandara pertama di Indonesia, penumpang Bandara Kualanamu dari dan menuju Medan juga bisa menggunakan angkutan umum lain seperti bus dengan tarif Rp 15 ribu–Rp 30 ribu. Atau memakai jasa taksi bandara dengan kisaran harga Rp 130 ribu sekali jalan.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).