Oleh: Arman Maulana
Kabanjahe, wacana.org/arsip — Sekitar tujuh puluhan massa yang terdiri dari mahasiwa dan pengungsi korban letusan gunung Sinabung gelar aksi di depan kantor Bupati Karo, Minggu (7/9). Massa tuntut Pemkab Karo merelokasi lahan tempat tinggal dan lahan sumber pencaharian bagi pengungsi pascaerupsi Sinabung di pengungsian Universitas Karo.
Dalam orasinya, Koordinator Aksi Firman Andrea Sebayang bilang selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo sudah tidak peduli lagi dengan hak-hak pengungsi pascaerupsi Sinabung.”Jangan persulit pengungsi untuk dapatkan tanahnya,” ujarnya saat orasi.
Sementara itu, Berensip Tarigan, salah seorang pengungsi pascaerupsi Sinabung mengatakan dirinya hanya ingin menagih janji yang diberikan kepadanya.”Kami butuh rumah, kan tidak bisa hidup di pengungsian terus,” ucapnya. Selain itu ladang yang digunakannya sebelum erupsi tidak dapat digunakan lagi.
Sedangkan Pemkab Karo tidak keluar memberikan pernyataan kepada massa yang melakukan aksi. Hanya terlihat pihak keamanan yang sedang berjaga-jaga di dalam kantor Bupati Karo.
Selain aksi ini akan digelar aksi serupa 15 September mendatang di kantor DPRD Sumatera Utara yaitu saat pelantikan anggota DPRD Sumut periode 2014-2019.
Mahasiswa yang tergabung dalam aksi ini berasal dari Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Medan, Universitas Nommensen, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dan Universitas Medan Area.