BOPM Wacana

Laporan Langsung, Reporter Harus Bisa Improvisasi Diri

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Dewi Annisa Putri

Sumber: Istimewa
Sumber: Istimewa

Medan, wacana.org/arsip — Reporter harus bisa improvisasi diri saat melakukan laporan langsung dari lapangan. Sebab ini merupakan kunci keberhasilan dalam membuat sebuah laporan langsung. Hal ini dikatakan Leli Irawan, News Anchor Media Nusantara Citra Group saat mengisi Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) di Politeknik Negeri Medan (Polmed), Sabtu (9/5).

Leli menjelaskan improvisasi ini seperti penguasaan materi yang akan dilaporkan dan penguasaan diri seorang reporter di depan kamera saat laporan langsung. Seorang reporter harus memahami poin-poin kunci hasil observasinya. Poin-poin yang dimaksud adalah pertanyaan what, why, who, when, dan how. Jika reporter sudah paham ia lebih mudah meguasai diri, sehingga saat melakukan siaran langsung tidak mduah lupa atau pun gugup. “Setelah paham poin-poinnya, pasti reporter bisa menguasai diri,” katanya.

Nurul Hafifi, peserta PJTD mengatakan informasi tersebut sangat bermanfaat bagi pemula. Menurutnya dengan improvisasi diri, reporter tidak terpaku dengan teks yang dihafal. “Karena jika kita menghafal, ketika lupa satu jadi blank (kosong—red) semuanya, dan itu membuat live report enggak sempurna,” ujarnya. PJTD yang diadakan oleh Pers Mahasiswa Neraca ini juga dihadiri oleh Meutya Hafid, jurnalis senior yang pernah bekerja untuk Metro TV.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).