BOPM Wacana

Kurang Sosialisasi, Sejumlah Mahasiswa Perantau Golput

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Lazuardi Pratama

Seorang warga memasukkan surat suara ke dalam kotak suara pileg di TPS 9 Asrama Putra, Rabu 9 April. | Andika Syahputra
Seorang warga memasukkan surat suara ke dalam kotak suara pileg di TPS 9 Asrama Putra, Rabu 9 April. | Andika Syahputra

BOPM WACANA — Mahasiswa USU yang berasal dari luar Kota Medan terpaksa tidak memilih pada pemilihan legislatif (pileg) 9 April kemarin. Ini disebabkan ketidakpahaman tentang formulir A5 yang dikhususkan bagi pemilih yang berada di luar daerah asal. “Masih bingung, belum tahu formulir itu, enggak ada sosialisasi,” ujar Yufri K Kabey, mahasiswa Fakultas Pertanian 2012 asal Papua, Rabu (9/4).

Selama ini Yufri mengatakan hanya tahu ia dan teman-teman dari Papua lainnya tidak dapat memilih karena tak punya Kartu Tanda Penduduk Kota Medan. Ia mengaku pasrah. “Sebenarnya keinginan dari kitapengen memilih,” keluhnya.

Akhmad Rapiudin, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat 2012 asal Tanggerang, Banten mengungkapkan hal senada dengan Yufri. Ia mengaku tahu sekilas tentang formulir A5 lewat media sosial. Namun ia tak tahu tata cara pengurusan formulir tersebut. “Ribet mengurusnya, sayang juga, sih, sudah punya hak suara,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan (KPU) Medan Yenny Rambe membantah pihaknya kurang menyosialisasikan formulir A5. Ia mengatakan KPU telah melakukan banyak sosialisasi khusus untuk pemilih perantau seperti mahasiswa, misalnya seminar dan forum. “Itu salah mahasiswanya, mahasiswa harusnya proaktif mencari informasi,” pungkasnya, Kamis (10/4)

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).