
Oleh: Winny Stefanie
Medan, wacana.org – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam gerakan aksi yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar aksi sebagai respons terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. Aksi ini mengusung tema “Menuju Indonesia Gagal” yang berlangsung di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Senin (15/6/2026).
Koordinator Lapangan (Korlap), Muhammad Thoriq Alfatih, mengatakan bahwa gerakan ini dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap beberapa kebijakan pemerintah. “Kami di sini hanya untuk berdiskusi dengan Ketua DPRD Sumut terkait beberapa tuntutan yang kami ajukan,” tuturnya.
Massa aksi mulai bergerak dari Taman Bunga menuju Lapangan Benteng sebagai titik kumpul. Sesampainya di depan Gedung DPRD, massa menuntut agar Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti Sitorus, segera keluar untuk menemui massa. Peserta aksi juga diberikan ruang untuk berorasi.
Setelah Ketua DPRD Sumut, Erni, keluar menjumpai masa, Ketua BEM USU, Angga Al Maaris Harahap kemudian menyampaikan isi tuntutan. Surat tuntutan tersebut kemudian ditandatangani oleh Erni sebagai hasil akhir dari aksi tersebut.
Salah satu peserta aksi, Rizka Delifina Az Zahra, mengatakan bahwa kericuhan yang terjadi akibat keterlambatan Ketua DPRD Sumut. “Sangat disayangkan Ketua DPRD Sumut tidak langsung keluar saat mahasiswa sudah berada di depan gedung sehingga terjadi kericuhan,” ungkapnya.



