BOPM Wacana

Interstellar: Perjalanan Angkasa yang Emosional

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Lazuardi Pratama

Judul : Interstellar
Sutradara : Christopher Nolan
Naskah : Jonathan Nolan dan Christopher Nolan
Pemain : Matthew McConaughey, Anne Hathaway
Tahun rilis : 2014

Film perjalanan antargalaksi dengan hal-hal sains di mana-mana. Sisi lain film yang dramatis masih tetap unggul.

Cooper menjelaskan miniatur roket pada Tom dan Murphy. | Sumber Istimewa
Cooper menjelaskan miniatur roket pada Tom dan Murphy. | Sumber Istimewa

Matthew McConaughey yang memerankan Cooper tidak menyangka suatu ketika ia terpaksa beralih pekerjaan menjadi petani. Cooper yang menghidupi dua anaknya dan ayah angkatnya dengan ladang jagung ini sebelumnya jadi astronaut, seorang insinyur berbakat, pilot berkaliber. Dia masih terpaku pada bagaimana sains bekerja lewat robot; ia menjalankan banyak traktor yang dikendalikan robot. Juga, ketika mengantar anaknya sekolah, ia sempat-sempatnya memburu pesawat tanpa awak.

Ia juga menamai anaknya, Murphy, berdasarkan Hukum Murphy yang berkata: Semua yang berpotensi salah akan menjadi salah.

Murphy bertanya, “Ayah, mengapa Ayah dan Ibu menamaiku hal yang buruk?”

Cooper menjawab, “Tidak, tidak seperti itu.”

“Hukum Murphy?” balas Murphy.

“Hukum Murphy tidak berarti sesuatu yang buruk terjadi. Itu berarti apapun yang terjadi, terjadilah,” jawab Cooper.

Dalam beberapa kesempatan lainnya, Cooper terbuka pada anak-anaknya soal hal yang berbau sains.

Tapi, semua berubah setelah terjadi anomali di kamar Murphy. Anomali itu menuntun Cooper kepada jalan hidup yang telah lama ia tanggalkan: astronaut. Pertemuan dengan rekannya di NASA—badan antariksa Amerika Serikat—memaksanya pergi ke luar angkasa; mencari planet layak huni selain bumi, juga meninggalkan keluarganya.

Bumi pada saat itu sudah tak layak huni. Badai debu seringkali menyerang. Tanaman bermatian karena hawar. Populasi manusia terancam, sebab stok makanan semakin menipis. Dunia distopia di mana pemerintah membubarkan semua programnya—militer, teknologi, dan program yang tak mendukung langsung pakan, sandang, dan papan.

Cooper harus berpisah dengan keluarganya—apalagi si kecil Murphy. Murphy merajuk. Murphy beralasan, anomali di kamarnya mengatakan sang ayah harus tetap tinggal. “Tetap tinggal, Yah!” Janganlah kau lupakan bagian ini. Ini dan anomali-anomali lain menjadi poin penting nantinya.

Di tempat peluncuran, Cooper bertemu dengan Brand (Anne Hathaway), astronaut jua, putri dari ilmuwan luar angkasa perintis misi ini. Juga ada dua astronaut lainnya. Mereka melesat ke angkasa, bergabung dengan stasiun angkasa bernama Endurance dan menuju lubang cacing dalam orbit Planet Saturnus. Lubang cacing itu ibarat jalan pintas, portal ke galaksi lain yang tanpa lubang cacing akan dapat ditempuh ribuan tahun cahaya. Perjalanan ini adalah perjalanan antargalaksi, bukan antarbintang seperti pada judul film.

Di galaksi tujuan, mereka menemukan lubang hitam Gargantua yang sudah tua. Ketika berada dekat, waktu jauh lebih lambat; satu jam adalah tujuh tahun waktu bumi. Untuk mengobati kerinduannya, Cooper dan keluarganya saling berkirim pesan video. Tapi ketika di galaksi lain, Cooper tidak bisa mengirim pesan, hanya bisa menerima.

Cooper menangis tersedu-sedu begitu melihat anaknya sulungnya, Tom, juara II di kelasnya. Atau ketika ia mulai mendapat pacar, kemudian menikah, dan punya bayi. Tapi tak ditemuinya pesan dari Murphy. Ia masih merajuk. McConaughey memerankan Cooper sebagai ayah dengan baik ketika ia menangis dan berinteraksi dengan anaknya. Tapi selebihnya ia adalah McConaughey yang selalu tampil keren; kira-kira kalau ada istilah astronaut-koboi, maka dialah itu.

Cooper di dalam ruang kontrol Endurance. | Sumber Istimewa
Cooper di dalam ruang kontrol Endurance. | Sumber Istimewa

Christoper Nolan, sutradara Inception (2010) dan empat film Batman ini awalnya ingin membikin film yang mirip 2001: A Space Odyssey (1968). Film itu adalah favorit Nolan waktu kecil. “Apa yang kami sudah pelajari dari perjalanan membuat film ini adalah soal eksistensi manusia… apa tempat kita di angkasa ini,” katanya seperti dikutip dari The Wall Street Journal.  “Apa yang kami temukan adalah, semakin jauh kau berkelana di luar angkasa, semakin kau menyadari itu semua adalah isi dari hati ini.”

Nolan benar-benar membikin Interstellar penuh dengan emosional. Tidak hanya melulu soal hal-hal sains. Memang, porsi untuk hal itu cukup banyak untuk film ini. Nolan perlu waktu untuk menjelaskan apa itu gaya sentrifugal, lubang hitam, lubang cacing, makhluk lima dimensi, serta perbedaan waktu bumi dan galaksi baru. Meskipun ia memakai banyak jembatan keledai untuk menjaga penonton tetap di bangku bioskop tanpa kebingungan mencerna istilah-istilah sains.

Salah satu adegan emosional—di samping adegan menonton pesan video dari bumi adalah upaya Cooper mencoba berinteraksi dengan Murphy. Cooper, dalam ruangan lima dimensi—setidaknya dijelaskan begitu—ingin agar Murphy mengerti apa yang ia sampaikan lewat kode “hantu”. Apa yang Pesan yang Nolan ingin sampaikan dengan menguatkan hubungan emosional ayah-anak ini adalah seperti yang ia kutip, soal hati. Jalan hidup Cooper bukanlah sebagai astronaut, atau pilot, atau petani; jalan hidupnya adalah sebagai ayah.

Tapi, kita sepertinya melupakan suatu hal. Ada Anne Hathaway di sini. Anne, si gemulai yang bersinar dengan Les Miserables (2012) ini sangat disayangkan tampil redup. Ia kalah oleh istilah-istilah sains, hubungan emosional ayah-anak, drama penyelamatan umat, dan bahkan kalah oleh humor-di-waktu-yang-pas-meskipun-sedang-serius-nya robot-robot pendamping dalam misi, TARS, juga CASE.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).