BOPM Wacana

Hujan dan Teduh

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Hadissa Primanda

Judul Hujan dan Teduh
Pengarang Wulan Dewatra
Penerbit Gagas Media
Tahun terbit 2011
Jumlah halaman 248
Harga Rp 43.000,-

Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan. Seperti itulah cinta kita, seperti menebak langit abu-abu.

Bintang, memiliki kehidupan cinta masa kini dan masa lalu yang sangat bertolak belakang. Pada masa SMA, ia jatuh cinta pada teman sebangkunya, Kaila yang juga seorang wanita. Ternyata Kaila juga memiliki perasaan yang sama pada Bintang, dan hubungan tidak normal itu pun terjalin. Meskipun begitu, masing-masing dari mereka tetap mempunyai “teman pria” untuk menyembunyikan identitas. Namun, Reno yang saat itu adalah kekasih Kaila membuka aib itu ke semua penjuru sekolah karena cemburu. Kaila kemudian mulai menjauhi Bintang dan menuruti semua keinginan Reno. Bintang benar-benar kehilangan Kaila namun tidak tahu apa yang harus dilakukannya karena Kaila tidak mau digubris lagi. Hubungan itu berakhir menyedihkan.

Kenangan pahit di masa lalunya, tak membuat Bintang sedih terlalu lama. Meskipun Kaila masih bertahta di hatinya, ia pun mulai menjalin hubungan lagi dengan Noval, teman satu jurusannya di kampus yang pernah dilemparinya lumpur saat mereka mengikuti Penerimaan Mahasiswa Baru. Hubungan itu berlangsung cukup lama dan begitu banyak konflik yang dihadapi oleh keduanya. Bintang selalu saja mau menuruti keinginan Noval dari hal-hal yang wajar seperti tidak memakai gaun, tidak bekerja, sampai hal-hal yang aneh seperti menggambar tato di punggungnya. Noval seakan mempunyai kepribadian ganda, kadang dia menjadi sangat baik pada Bintang, namun jika keinginannya tersebut tidak dituruti Bintang, dia langsung berubah menjadi Lucifer yang bisa melakukan apa saja.

Konflik mulai terasa saat bintang, yang sakingcintanya pada Noval rela melepaskan keperawanannya dan berujung pada kehamilan. Karena keduanya masih mahasiswa tentu saja hal pertama yang timbul di pikiran Noval adalah aborsi. Begitulah, dengan berat hati Bintang pun merelakan janin dalam rahimnya itu diangakat oleh dukun beranak. Tapi siapa sangka ternyata dampak dari aborsi yang dilakukan Bintang sangat fatal. Terlebih Noval pun perlahan menjauh dan tidak peduli dengan hubungan yang dibina bertahun-tahun itu. Sebenarnya, apa yang terjadi pada Kaila sehingga hubungan mereka harus berakhir ? Apa yang dilakukan Bintang saat mengetahui penyakit yang dideritanya di saat Noval tidak ada lagi ?

Secara keseluruhan, cerita yang disajikan dalam novel ini adalah cerita cinta yang sudah sangat sering terjadi dan diceritakan juga oleh penulis-penulis sebelumnya. Namun, permainan kata yang dipakai oleh Wulan Dewatra selaku penulis membuat cerita ini menjadi sangat menyentuh. Hal ini jugalah yang mengantarkan Hujan dan Teduh sebagai Juara Pertama ajang 100 % Roman asli Indonesia. Tutur bahasa yang tidak rumit dan sederhana membuat pembaca dibuai oleh setiap babak ceritanya. Alur maju mundur yang digunakan penulis membuat pembaca harus mencari sendiri benang merah dari rangkaian cerita, sehingga pembaca akan lebih penasaran. Konflik yang silih berganti, dan penokohan yang tidak terlalu banyak membuat novel ini enak untuk dibaca.

Namun, dimensi waktu yang lompat-lompat membuat ada beberapa bagian yang tidak jelas, dan tidak ditemukan hubungannya dengan cerita yang lain. Selain itu, tidak dijelaskan juga korelasi antara masa lalu dengan masa kini kehidupan Bintang, serta apa yang membuat Bintang akhirnya dapat menyukai pria seperti seharusnya. Konflik yang terus menerus lama-kelamaan jadi terasa terlalu dramatis. Yang tak kala penting adalah latar dari cerita juga tidak begitu jelas yang hanya menyebutkan kota tempat kejadian itu berlangsung. Bagian akhir yang menggantung, membuat rasa penasaran pembaca tidak terpenuhi.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).