BOPM Wacana

Kitab Tentang yang Telah Hilang

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Hadissa Primanda

Judul The Book of Lost Things (Kitab Tentang yang Telah Hilang)
Pengarang/Ahli Bahasa John Connolly/Tanti Lesmana
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit 2008
Jumlah halaman 472
Harga Rp 58.000,-

Dongeng ini diperuntukkan bagi orang dewasa, terutama yang masih ingat saat-saat ketika masa kanak-kanak mulai berlalu dan jalan menuju kedewasaan telah terbentang.

David adalah seorang anak yang sangat dekat dengan Ibunya. Ayahnya bekerja dari pagi sampai malam hari, sehingga jarang bertemu dengannya. Setiap malam sebelum tidur, Ibunya sering menceritakan dongeng kepada David, sehingga David menjadi sangat mencintai buku. Maka, ketika Ibunya meninggal, David sangat terpukul dan merasa sebatang kara di dunia. Terlebih ketika Ayahnya menikah lagi dengan perempuan bernama Rose, dan mengharuskannya ikut pindah ke rumah Rose untuk menghindari perang dunia kedua di London, tempat selama ini ia tinggal. Kebencian David bertambah ketika Rose melahirkan seorang anak, sehingga perhatian Ayanhnya hanya tertuju pada Rose dan adik tirinya. Beruntung, ia mendapatkan sebuah kamar di bagian atas rumah Rose, yang di dalamnya terdapat banyak sekali buku. Konon, kamar itu dulunya adalah milik paman Rose yang telah lama hilang secara misterius.

Selama menghuni kamar tersebut, banyak hal-hal aneh yang dialami David. Berawal dari sering munculnya seorang lelaki bungkuk di kamar tersebut, mimpi-mimpi aneh, sampai  berhalusinasi mendengar suara ibunya yang memanggil dan meminta tolong padanya. Namun, setiap hari suara itu terasa begitu nyata oleh David, dan ia pun memutuskan untuk mengikuti arah suara itu yang ternyata berasal dari kebun belakang rumah Rose. Malangnya, ternyata teman belakang itu merupakan jalan menuju sebuah negeri lain, yang sangat jauh berbeda dengan dunia yang ditinggalinya sekarang. Sebuah negeri Snow White, Putri Tidur, dan si Kerudung Merah tidak seperti yang diceritakan di buku-buku dongeng.

Untuk kembali ke dunia aslinya, David membutuhkan sebuah “Kitab yang Telah Hilang” milik raja yang memerintah negeri itu karena di sanalah tersimpan semua rahasia sang raja termasuk jalan David untuk pulang. Tetapi, raja yang dicari oleh David adalah sosok pemimpin yang tidak bijaksana dan berwibawa, karena tidak tahu apa yang harus dikerjakannya. Di sinilah petualangan David dimulai. Banyak rintangan yang ditemui David agar bisa sampai ke istana raja. Mulai dari pertemuannya dengan tukang kayu misterius yang pada akhirnya banyak membantu selama perjalanan tersebut, penyihir yang suka membunuh anak-anak, monster-monster jahat dan kejaran serigala-serigala buas yang tak henti-hentinya karena inign menguasai negeri tersebut. Terlebih ancaman lelaki bungkuk yang membuat David bergeming. Lalu, berhasilkah David menemukan jalan pulang? Apa sebenarnya hubungan antara Paman Rose yang hilang dengan misteri taman belakang tersebut?

Banyak hal yang tak terduga yang ditemukan dalam petualangan David. Cerita yang disajikan sangat menarik, sehingga pembaca akan terbuai dan merasa benar-benar ikut bertualang bersama David. Ceritanya sulit ditebak, dan membuat penasaran. Kalimat-kalimat yang disajikan penuh dengan emosi, sehingga dapat memunculkan perasaan sedih, menakutkan, dan berani. Juga terdapat pesan moril dari setiap kejadian yang dialami oleh David.

Namun, dibutuhkan imajinasi yang tinggi untuk dapat memahami keseluruhan isi cerita, karena latar dan tokoh yang digambarkan adalah fiksi dan di luar logika. Buku ini juga bukan buku ringan, sehingga dibutuhkan waktu khusus untuk membacaagar dapat mengerti jalan ceritanya.

Secara keseluruhan, buku ini cocok dibaca saat liburan dan didedikasikan bagi pembaca yang menyukai petualangan.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).