BOPM Wacana

Harapan Baru untuk PEMA USU

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Redaksi

Sembari tiap fakultas merampungkan persiapan untuk melaksanakan Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB) ada angin segar dari Pemerintahan Mahasiswa (Pema) USU. Yakni pelaksanaan kongres yang hampir setahun tertunda akan dilaksanakan di Bulan Ramadhan ini.

Teknisnya tidak banyak berubah, masih sesuai rencana yang disusun dari awal. Persoal dana yang menjadi hambatan selama ini telah mendapat jawaban. Raja Bongsu Hutagalung, Pembantu Rektor (PR) III berjanji membantu mendanai tempat dan konsumsi. Tapi, entah Rektorat yang terlalu lambat memberikan bantuan atau Pema USU yang tidak sungguh-sungguh akan mengadakan kongres ini. Pun tanggal belum dipastikan sampai sekarang.

Mengingat mendesaknya kepentingan Pema di saat-saat seperti PMB yang sebentar lagi tentu teramat disayangkan kongres Pema USU baru akan diselesaikan. Surat mendesak segera diadakannya kongres dan pembentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelumnya juga telah dilayangkan pema sekawasan. Memang telah merisaukan berbagai pihak permasalahan lambannya pergerakan Pema USU yang mengingat sudah habis masa jabatan periode ini.

Pema sekawasan tak lagi tinggal diam dalam hal ini. Dengan kepengurusannya yang baru pema sekawasan diharapkan dapat menjadi jembatan pemantau kekuasan pihak Pema USU bagi seluruh mahasiswa.

Sejurus dengan permasalahan Pema USU yang baru akan terselesaikan ini, PMB di beberapa fakultas masih juga menuai masalah. Seperti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), pihak dekanat telah mengumpulkan tiap departemen untuk membahas ini dan sepakat memangkas PMB FISIP menjadi sehari saja, tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Kembali ketiadaan Pema menjadi masalah utama pada bagian ini. Sedihnya semarak akan PMB tidak begitu dirasakan mahasiswa FISIP. Lain dengan Fakultas Kedokteran (FK) atau Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang telah menyelesaikan segala persiapan untuk PMB nanti.

Selanjutnya akan menjadi pekerjaan rumah bersama. Memberikan pengertian kepada mahasiswa baru yang akan disambut akhir bulan Agustus ini. PMB bukan semata syarat mutlak masuk kampus yang harus diikuti setiap harinya. Ada yang harus dipahami dari petuah PMB bahwa menjadi mahasiswa bukan sama dengan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang baru selesai mereka jalani.

Ada satu beban baru di pundak para mahasiswa baru nanti yang harus mereka ketahui dan jalani. Pengertian pada tri dharma perguruan tinggi dan tugas sebagai anak bangsa yang mulai mereka lakoni, harus ditanamkan sejak dari PMB ini. Tidak ada lagi ketentuan wajib belajar yang dibebankan selayaknya anak siswa sekolah. Karena mahasiswa tidak hanya diharapkan pandai belajar, duduk membaca buku atau mengerjakan soal. Lebih dari itu ada yang harus mereka lakukan, bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan melakukan yang terbaik untuk negeri ini.

Para pejabat di kalangan mahasiswa juga seharusnya mulai menyadari akan perannya yang lebih dari mahasiswa. Pema akan menjadi cerminan mahasiswa lainnya. Mereka yang duduk setingkat memiliki kekuasaan lebih dari temannya harus mampu membawa aspirasi dan memperjuangkan hak-hak mahasiswa secara keseluruhan.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4