BOPM Wacana

Mahasiswa Baru Ala USU

Dark Mode | Moda Gelap

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya mungkin juga mengisyaratkan satu hubungan antar senior dan junior di USU. Layaknya seorang anak yang dididik dan dibesarkan oleh orang tua dengan segala tindak tanduk petuah dan ajaran yang akan dibawa sang anak sebagai pegangan dan panduan dalam hidupnya. Konsep senior di USU tak ubahnya adalah orang tua yang mendidik sang junior sebagai anak dengan segala budaya baru yang harus dijadikan pedoman si junior dalam memasuki rumah barunya di USU. Hingga Nantinya diharapkan ‘ajaran’ ini dibawa ke junior-juior selanjutnya.

Pertengahan tahun ini USU kembali disibukkan dengan rutinitas tahunan yakni Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Ragam kegiatan pun mewarnai acara ini.

Mari kita tengok di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). PMB tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya. Nampak dari perencanaan yang tidak matang serta tersendatnya pemerintahan mahasiswa di FISIP menjadi alasan utama singkatnya PMB kali ini. Lain cerita di Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Permasalahan internal para pemangku kegiatan PMB menjadi latar belakang adanya benteng pemisah antar departemen di FIB.

Di Fakultas Pertanian (FP), penjagaan diperketat dari mahasiswa luar. PMB ini dijadikan ritual sakral bagi mahasiswa FP untuk mengenalkan satu institusi pendidikan baru yang akan mahasiswa baru ini naungi. Kemudian di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), ratusan mahasiswa lama yang terbentuk menjadi panitia PMB dikerahkan guna berlangsungnya acara ini.

Belum selesai hiruk-pikuk kegiatan mahasiswa baru beredar satu surat dari Pembantu Rektor (PR) III yang menyatakan untuk menghapuskan Inaugurasi atau kegiatan lanjutan dari PMB. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, inisiasi diartikan sebagai upacara atau ujian yang harus dijalani orang yang akan menjadi anggota dari suatu perkumpulan, suku, kelompok umur, dsb. Sedangkan inaugurasi disebut sebagai pengukuhan resmi di jabatan atau kedudukan; pembukaan resmi; pelantikan resmi.

Begitu gambaran umum Inisiasi atau inaugurasi di USU ialah ritual tahunan yang kerap dilaksanakan setelah kegiatan PMB untuk lebih mengakrabkan hubungan antar senior dan junior, katanya.

PR III mungkin sedang mencoba merangkulkan tangannya kepada mahasiswa baru. Tujuannya baik, agar tidak terjadi hal-hal yang diharapkan seperti sebelumnya. Tak banyak tanggapan atau aksi terkait keluarnya surat PR III tersebut. Bahkan banyak yang malah tidak mengetahuinya dan tetap melaksanakan inisiasi atau inaugurasi layaknya tahun-tahun sebelumnya. Atau hanya merubah nama dari kegiatan yang intinya tetap menempa mental sang mahasiswa baru.

Memang tidak ada sanksi yang tegas apabila satu departemen atau fakultas tetap ‘ngeyel’ melaksanakan kegiatan ini. Para rektorat akan menjadikan surat edaran ini sebagai alat pelepasan tanggungjawab pihak Universitas jika ada pengaduan seputar kegiatan inisiasi atau inaugurasi.

Penawaran kegiatan lain tentu juga diberikan dari pihak rektorat. Semacam pelatihan kepemimpinan atau kegiatan keluar yang lebih mendidik akan dijadikan solusi.

Pun demikian, apapun nama untuk kegiatan penyambutan mahasiswa baru ini harusb tetap kembali pada hal-hal dasar pelaksanaan kegiatan ini. Inaugurasi atau inisiasi belakangan ini memang nyaris tak beresensi. Senior bukanlah dewa bagi para junior. Mahasiswa baru yang berstatus junior tak perlu kiranya diberi atribut khusus atau penampilan yang menandakan mereka berbeda kasta dengan senior. Junior sama halnya dengan senior yang datang di institusi lembaga pendidikan tinggi ini untuk mendapatkan pendidikan yang telah mereka tentukan sebelumnya.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).