BOPM Wacana

Fitria Widi Waluya: Masyarakat Harus Lawan Hoaks

Dark Mode | Moda Gelap
Tampak depan flyer webinar “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021: Menjadi Netizen Pejuang, Bersama Lawan Hoaks”, Sabtu (25/9). | Marisa Yohana Marpaung

 

Oleh: Marisa Yohana Marpaung

Medan, wacana.org- Masyarakat di era majunya teknologi sering kali termakan oleh berita hoaks. Hal ini disampaikan pada acara webinar bertajuk “Menjadi Netizen Pejuang, Bersama Lawan Hoaks” oleh Mediapreneur, Tv Presenter dan Owner Eloxa, Fitria Widi Waluya, Sabtu (25/9).

Fitria menjelaskan ada 7 jenis miss dan disinformasi:  satire atau parodi, misleading content, konten tiruan, konten palsu, koneksi yang salah, konten yang salah, dan konten yang dimanipulasi. “Jangan sampai kita menjadi konsumen hoaks,” tuturnya.



Fitria mengatakan bahwa masyarakat bisa mengidentifikasi berita hoaks dengan melihat judul berita yang provokatif dan memeriksa situs beritanya. Masyarakat harus dapat membedakan opini dengan fakta yang disertakan bukti. “Karena viral atau tidaknya suatu berita tergantung jari jemari kita.” Tuturnya

Menurut Fitria Kita memiliki tanggung jawab moril untuk menjadi bagian dari mekanisme internet yang sehat di Indonesia.

Menanggapi hal ini Lasmi Agnes Hidayah, salah satu peserta webinar berharap agar netizen Indonesia menjadi lebih selektif terhadap bacaannya. “Jangan gampang terpengaruh dengan berita yang belum jelas faktanya,” tutupnya.

 

 

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).