BOPM Wacana

Empat Provinsi Ikuti Pagelaran Multietnis Kota Medan 2014

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Guster CP Sihombing

Penari dari Provinsi Riau menarikan tarian Serampang Dua Belas pada Pagelaran Seni Budaya Multietnis Kota Medan 2014 di Lapangan Merdeka, Minggu (16/11). | Guster CP Sihombing
Penari dari Provinsi Riau menarikan tarian Serampang Dua Belas pada Pagelaran Seni Budaya Multietnis Kota Medan 2014 di Lapangan Merdeka, Minggu (16/11). | Guster CP Sihombing

Medan, wacana.org/arsipPagelaran Seni Budaya Multietnis Kota Medan 2014 diikuti empat provinsi. Selain Sumatera Utara (Sumut), tiga provinsi lainnya adalah Riau, Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh. Pagelaran ini diadakan di seputar Lapangan Merdeka, Sabtu hingga Minggu, 15-16 November dengan tema Beda Tapi Satu. “Dengan diundangnya provinsi lain bisa memperkenalkan kebudayaan di Kota Medan,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kota Medan, Budi Hariono, Minggu (16/11).

Setiap provinsi masing-masing diwakili satu kota/kabupaten. Kota Medan mewakili Sumut, Kabupaten Pasaman Barat mewakili Sumbar, Kota Lhoksumawe mewakili Aceh, serta Kabupaten Siak mewakili Riau. Setiap provinsi diberi waktu secara bergiliran mempertunjukkan kebudayaan masing-masing daerah.

Ruslam Lae, Ketua Forum Peduli Riau merasa senang Kabupaten Siak diundang untuk keempat kalinya dalam acara tersebut. “Saya merinding saat menonton kebudayaan Riau ditampilkan di sini (Medan—red),” ungkapnya. Kebudayaan yang ditampilkan Provinsi Riau adalah Tari Serampang Dua Belas, Japin Tradisi, dan Tari Gong. Ia berharap agar acara sejenis ini bisa terus dilaksanakan agar kebudayaan Indonesia tetap terjaga dan sebagai media promosi.

Salah seorang pengunjung yang berasal dari Pasaman, Erican, merasa bangga dengan diadakannya pagelaran tersebut. “Tadi kebetulan kami jalan-jalan ke sini, ternyata ada acara seperti ini. Kayak pulang kampung rasanya,” katanya.

Adapun rangkaian acara pagelaran tersebut adalah pertunjukan kesenian multietnis, parade multietnis, catwalk, lomba melukis, lomba tari tradisional tingkat anak-anak, barista kopi, dan pameran jajanan tradisional.

Pada tahun lalu, acara serupa hanya diikuti Kabupaten Siak. Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Medan.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).