BOPM Wacana

Duo McClane Gagalkan Pencuri Uranium Chernobyl

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Fredick Broven Ekayanta Ginting

Sumber: Isitimewa
Sumber: Isitimewa

Judul: Die Hard 5: A Good Day to Die Hard

Sutradara: John Moore

Naskah: Skip Woods

Pemain: Bruce Willis, Jai Courtney, Sebastian Koch, Yulia Snigir, Rasha Bukvic,Sergey Kolesnikov

Tahun: 2013

Durasi: 101 Menit

John Moore di sekuel kelima Die Hard ini merangkai cerita dengan menggabungkan kisah sejarah bencana uranium Chernobyl, perebutan kekuasaan di Rusia, dan aksi spionase CIA, serta hubungan emosional antara anak dengan ayahnya.

Awalnya John McClane (Bruce Willis) berniat untuk mengunjungi anaknya Jack McClane (Jai Courtney) yang berada di Moscow, Rusia. John telah bertahun-tahun tak bertemu putranya tersebut. Kebetulan ia mengetahui Jack sedang dihadapkan pada masalah dan sedang menunggu vonis dari persidangan di Rusia atas perbuatannya. Maka ia merasa inilah momen yang tepat baginya untuk bertemu kembali putra kesayangannya itu.

Namun apa yang ditemuinya di Moscow di luar dari perkiraannya dan tak seperti yang diharapkannya. Kemacetan panjang di jalan protokoler Moscow menyambutnya. Dilanjutkan aksi demonstrasi masyarakat Rusia terhadap polemik kekuasaan yang sedang terjadi. Jauh lebih memusingkan lagi bagi John sebab anaknya Jack adalah agen CIA yang sedang dalam menjalankan misi menghentikan pencurian senjata nuklir oleh kelompok teroris. Ia menyebut kedatangannya ke Moscow layaknya kedatangannya ke neraka.

Singkat cerita, Jack sebenarnya sengaja melakukan tindakan kriminal untuk bertemu Yuri Komarov (Sebastian Koch) yang akan disidang bersamanya. Di tengah persidangan berlangsung, sekelompok orang yang dipimpin Alik (Rasha Bukvic) menyerang dan mengacaukan semuanya. Target Alik sebenarnya adalah menangkap Yuri. Alik sendiri adalah tangan kanan Viktor Chagarin (Sergey Kolesnikov), seorang calon menteri pertahanan Rusia.

Yuri memiliki berkas-berkas bukti kejahatan Viktor terkait bencana uranium Chernobyl, Ukraina yang terjadi beberapa tahun sebelumnya. Sementara Jack membutuhkan Yuri untuk membongkar aib Viktor tersebut. Jack dan CIA-nya ingin mencegah Viktor menjadi menteri pertahanan, karena bila itu terjadi ia akan mengembangkan senjata pemusnah massal jenis bom dari Uranium-235 yang memiliki kekuatan sangat dahsyat dan dikhawatirkan akan mengancam perdamaian dunia.

Kehadiran John rupanya mengacaukan semua rencana Jack. Jack berkata pada ayahnya itu, “Rencana yang disusun selama tiga tahun, gagal hanya dalam tempo lima menit. Karenamu.” Mau tak mau, John yang sangat menyayangi Jack ikut terlibat. John ingin sekali Jack lepas dari masalah itu dan secepatnya kembali ke rumahnya bersama keluarganya di New York.

Alur cerita sebenarnya biasa saja seperti keempat sekuel sebelumnya dan mudah tertebak. Mirip seperti film-film spionase lainnya dimana penjahatnya sudah jelas diketahui sejak awal tapi menangkap sang penjahat yang sulit. Tapi di akhir, John Moore membuat perbedaan. Tokoh antagonis sebenarnya bukanlah Viktor ataupun Alik. Tapi si Yuri sendiri. Dibantu oleh putri semata wayangnya Irina (Yulia Snigir), ia telah merencanakan semuanya dengan sangat baik dengan memanfaatkan Viktor dan Jack. Berkas bukti kejahatan Viktor itu sebenarnya hanya umpan yang disiapkan Yuri untuh memudahkan ambisinya. Ambisinya tersebut bukanlah mengenai kekuasaan, senjata, ataupun terorisme. Melainkan uang. Ia menyimpan Uranium-235 sisa bencana Chernobyl yang bernilai milyaran Euro.

Kekhasan Die Hard tidak hilang dalam film ini. Aksi kejar-kejaran mobil, tembak-tembakan, dan ledakan bom mewarnai perjalanan alur film ini. Acap kali John dan Jack harus berhadapan dengan maut yang mengancamnya. Tapi meski dihantam berbagai kecelakaan, mereka tetap mampu bertahan hidup. Meski tidak se-shocking end film Triangle atau The Mist, akhir cerita ini akan membuat kita kagum dan memuji si sutradara. Bruce Willis yang terlihat mulai menua (57 tahun) tetap tampil prima dan cerdas layaknya saat ia pertama kali membintangi Die Hard pertama pada 1997.

Hubungan emosional seorang John McClane dan Jack McClane menjadi bumbu lain yang diberikan John Moore. John yang kurang memerhatikan sang putra saat masih anak-anak membuat Jack sulit mengakui sang ayah. Bahkan ia tak memanggil si John dengan sebutan “ayah”. Hanya sesekali ia memanggilnya demikian, tapi itupun tak diakui oleh Jack. Tapi jauh di luar itu semua, naluri Jack sebagai seorang anak tetap timbul. Sebagai contoh, ia tak tega meninggalkan John, saat ayahnya itu dalam keadaan berbahaya (adegan di awal film).

Die Hard memang identik dengan Bruce Willis sebagai aktor utama. Mulai Die Hard 1 hingga Die Hard 4 ia menjadi bintang tunggal sebagai John McClane. Sementara di Die Hard 5 ini agak berbeda, sebab ia harus berbagi peran dengan Jack. Sempat terjadi spekulasi bahwa Jack akan melanjutkan peran John yang semakin menua untuk Die Hard 6. Tapi Bruce Willis menampiknya. Dalam sebuah kesempatan kepada BBC ia mengatakan akan tetap menjadi aktor utama dalam Die Hard 6. Patut untuk ditunggu.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).