BOPM Wacana

Di Balik Mengganjalnya Sejumlah Misteri-Misteri

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Fredick Broven Ekayanta Ginting

Judul Buku: Teori Konspirasi: Peristiwa, Kasus, Isu Politik Indonesia & Dunia

Penulis: Abhee Antara

Penerbit Media Kita

Jumlah Halaman: 356 Halaman

Tahun Terbit: 2013

Harga: Rp 57.000

Banyak misteri yang mengganjal dan belum terungkap dari peristiwa maupun isu politik yang terjadi di Indonesia maupun dunia, namun itu terlihat tertutup seiring dengan berjalannya waktu.

Kematian aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir pada awal dekade 2000an lalu merupakan sebuah pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia dan hingga kini masih belum jelas fakta yang sesungguhnya terjadi dibalik itu. Pemerintah terus dituntut untuk mengusut tuntas namun hingga kini hasilnya masih dianggap nihil dan belum membuahkan hasil. Akibatnya, dugaan-dugaan miring seperti kecurigaan terhadap keterlibatan negara berkembang di masyarakat luas. Hal ini bahkan telah didengar oleh publik internasional yang tentunya mencoreng muka Indonesia.

Isu ini seakan mulai terlupakan seiring dengan berjalannya waktu. Namun, Abhee Antara melalui buku ini mencoba mengumpulkan fakta dan mengurai kembali apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus pembunuhan Munir tersebut. Selain meluruskan beberapa fakta yang dianggapnya kurang tepat selama ini, ia juga mencoba mengungkap fakta yang tak diketahui oleh publik secara utuh. Misalnya keterlibatan Badan Intelijen Negara (BIN). Abhee mengungkapkan secara singkat bahwa mantan Sekretaris Utama BIN saat itu, Nurhadi Djazuli, selalu menolak setiap panggilan yang ditujukan kepadanya untuk mendapatkan informasi. Alhasil, kecurigaan terhadap lembaga tersebut menguat.

Kasus kematian Munir tersebut hanyalah salah satu dari 19 peristiwa-peristiwa misterius yang pernah terjadi di Indonesia sejak merdeka pada tahun 1945 yang diuraikan di dalam buku ini. Salah satu kasus lain yang cukup geger adalah misteri dana revolusi. Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa presiden pertama Soekarno sebenarnya menyimpan dana ratusan juta Dollar yang dipersiapkan untuk mengomandokan aksi “Ganyang Malaysia” saat ia masih menjabat. Ia menghimpun dana tersebut dari berbagai sumber keuangan negara dan menyimpannya di sejumlah bank-bank Internasional, seperti Bank Barclays London, Union Bank of Switzerland, Bank Guyerzeller Zurmont, dan di sejumlah negara lainnya. Namun sebelum digunakan, dana yang dikenal dengan sebutan “dana revolusi” tersebut tidak tersentuh. Setelah lengser, dana tersebut seakan-akan lenyap begitu saja. Banyak pejabat-pejabat tinggi negara setelah era Soekarno melacak dana tersebut tapi tidak pernah ditemukan. Hingga kini pun masih ada beberapa pihak yang masih mencari layaknya berburu harta karun.

Buku ini juga memaparkan 45 kasus konspirasi yang paling geger di sepanjang sejarah dunia, mulai dari kasus percobaan pembunuhan mafia terbesar sepanjang sejarah Al Capone, kasus pendaratan Neil Amstrong yang diduga hanya bualan Amerika Serikat, konspirasi skenario perang dunia ketiga, kematian palsu pemimpin Libya Muammar Khadafi, konspirasi perihal kematian pemimpin Nazi Adolf Hitler, kasus kematian Lady Diana, kontroversi peringatan Valentine, hingga konspirasi kelompok rahasia bernama Freemason yang ingin menguasai dunia.

Dalam penjelasan setiap isu, Abhee menerangkan sejarah serta fakta baru yang mungkin belum pernah diketahui masyarakat luas sebelumnya. Meskipun hanya merupakan teori konspirasi yang kebenarannya masih samar, penjelasan-penjelasan yang diberikan cukup untuk menambah wawasan baru. Seperti misalnya fakta tentang situs internet yang sempat menghebohkan dan mengacaukan dunia,WikiLeaks. Seperti diketahui situs ini membocorkan jutaan dokumen rahasia dari seluruh negara dalam kurun waktu empat tahun sejak 2006. Indonesia termasuk diantaranya. Saat itu WikiLeaks membocorkan dokumen yang berisikan bahwa SBY-Boediono menggunakan dana Bank Century untuk membiayai pencalonnannya. Dalam buku ini disebut pemerintah Amerika Serikat sebagai dalangnya. Dipaparkan juga bahwa tujuannya adalah mengacaukan timur-tengah.

Abhee hendak menyampaikan bahwa buku ini disusun dengan tiga daya tarik utama. Pertama adalah buku ini menjelaskan peristiwa yang tak dapat dianalisis dengan cara yang umum. Kedua, buku ini membagi dunia secara tegas, yakni hitam dan putih, ada yang berperan sebagai penjahat dan yang menjadi korban. Dan ketiga adalah bahwa buku ini disajikan untuk menjadi pengetahuan rahasia yang tidak diketahui oleh orang lain.

Kelemahan buku ini sama seperti buku-buku teori konspirasi lainnya. Bahwa setiap penyajiannya belum tentu benar faktanya, sehingga membutuhkan uraian panjang sebagai pembanding. Sebab teori konspirasi hanya mengambil dari satu sudut pandang yang bertentangan dengan yang dipublikasikan dan diketahui masyarakat secara luas. Ditambah buku ini yang menyajikan sebanyak 64 kasus konspirasi dalam 356 lembar. Yang artinya rata-rata setiap kasus hanya diuraikan dalam lima hingga enam halaman. Tapi, sesungguhnya buku-buku teori konspirasi, termasuk buku ini menjadi “penggugah” yang menyadarkan masyarakat luas dari perangkap tipu daya oleh kelompok tertentu dengan niat yang tidak baik.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).