BOPM Wacana

DPR-RI Setujui Kenaikan BBM, Demonstran Rusak Fasilitas Umum

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Ridho Nopriansyah

 Tiga orang demonstran mencoba merobohkan papan iklan yang ada di persimpangan Jalan Jamin Ginting-Iskandar Muda, Senin (17/6). | Andika Syahputra

Tiga orang demonstran mencoba merobohkan papan iklan yang ada di persimpangan Jalan Jamin Ginting-Iskandar Muda, Senin (17/6). | Andika Syahputra

BOPM WACANA — Awalnya, demostran melakukan aksi tolak harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hanya dengan menyampaikan orasi politik dan membakar sejumlah ban. Namun,mendengar Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) menyetujui kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), demonstran merusak fasilitas umum di Jalan Jamin Ginting. Ratusan demonstran membakar Pos Polisi Sektor Medan Baru di Simpang Iskandar Muda, Senin (17/6).Demonstran terlihat menyulut api sekitar pukul 23.16 WIB.

Selain membakar Pos Polisi, demonstran yang terdiri dari Mahasiswa USU juga memecahkan lampu lalu lintas dan memblokir Jalan Jamin Ginting dan Jalan Dr Mansyur. Pemblokiran jalan dimulai sejak pukul 22.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

Demonstran juga sempat menyandera sebuah mobil berplat merah yang melintas dari Jalan Iskandar Muda menuju Jalan Jamin Ginting. Tak sampai sepuluh menit, mobil akhirnya dilepaskan dalam kondisi kaca belakang pecah.

Selain itu, demonstran juga melakukan perusakan sejumlah fasilitas seperti vas bunga, baliho dan pertokoan milik warga. Hal sama juga dialami salah satu restoran makanan Amerika di Jalan Dr Mansyur. Kaca restoran tersebut pecah. Polisi cepat bertindak hingga tidak ada aksi penjarahan oleh demonstran.

Melawan Polisi Barakuda, demonstran menyerang dengan batu dan 13 bom molotov yang telah disiapkan. Hal ini memaksa polisi untuk menembakkan gas air mata ke arah demonstran hingga akirnya dipukul mundur ke Jalan Universitas di Pintu I USU. Dalam aksinya, polisi menangkap dua orang demonstran yang diduga melakukan pelemparan terhadap polisi.

Kedua demonstran yang ditangkap langsung diinterogasi di Kantor Polisi Jalan KH Wahid Hasyim. Hal yang sama juga ditegaskan koordinator Lapangan (Korlap) aksi Immanuel. Hingga saat ini belum ada laporan bahwa dua orang yang ditangkap adalah mahasiswa USU. “Di pihak kita (mahasiswa USU -red) enggak ada yang tertangkap, siapa tahu mereka bukan anak USU,” pungkas Immanuel, Selasa (18/6).

Aksi tolak kenaikan harga BBM oleh Mahasiswa USU berujung bentrok setelah polisi turun tangan untuk membubarkan demonstran.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).