
WARTAWACANA – AIESEC in USU menjadi salah satu organisasi kemahasiswaan yang berhasil mengintegrasikan pengembangan kepemimpinan dan kolaborasi global dalam praktik nyata. Berbagai capaian yang diraih organisasi tersebut, baik di tingkat nasional maupun regional Asia Pasifik, menunjukkan kapasitasnya dalam mengelola program serta mengembangkan sumber daya anggotanya.
Organisasi tersebut diketahui memperoleh penghargaan Best Local Chapter melalui Palapa Award pada National Election Conference 2026, serta sejumlah penghargaan nasional lainnya. Di tingkat regional Asia Pasifik, AIESEC in USU juga mendapatkan pengakuan melalui beberapa penghargaan yang semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu local chapter berprestasi.
Berbagai capaian tersebut kemudian menjadi objek kajian Kelompok 2 Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU-C) Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (COCD), Universitas Sumatera Utara (USU). Kajian tersebut dilakukan oleh Farhan Dhawy, Rizky Zaetri Fadhli, Artia Ekllesia Hutasoit, Laura Galatia Christi Surbakti, Arfira Salsabila, sebagai bagian dari tugas akademik pada mata kuliah yang diampu oleh Fajar Utama Ritonga S.Sos., M.Kesos.
Melalui perspektif manajemen dan akuntansi, kelompok ini menganalisis berbagai faktor yang mendukung keberhasilan AIESEC in USU. Dari sisi manajemen, organisasi tersebut dinilai mampu menerapkan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan secara sistematis.
Sementara dari perspektif akuntansi, organisasi tersebut dianggap mampu menerapkan prinsip akuntabilitas melalui sistem evaluasi, pengukuran kinerja, serta pengelolaan sumber daya yang terstruktur.
Hal itu juga diperkuat melalui pernyataan Project Quality Manager of Department Finance, Governance and Legal, Crystin Filia Napitupulu. Ia menyebutkan bahwa salah satu faktor yang menjadi fondasi keberhasilan organisasi adalah budaya kerja yang dikenal dengan konsep MLTP (Manners Matter, Lead by Example, True Humility, dan Personal-Professionally Balance).
“AIESEC in USU berkomitmen untuk mengembangkan kepemimpinan generasi muda melalui budaya organisasi yang kuat, berbagai program pengembangan diri, serta kolaborasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” jelas Crystin
Selain itu, keberhasilan organisasi juga didukung oleh berbagai program pengembangan anggota seperti Organizing Committee (OC), Organizing Committee President (OCP), serta pembinaan yang dilakukan melalui Department Talent Management and Member Experience (TMMXP). Program-program tersebut dinilai berperan dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan kompetensi anggota secara berkelanjutan.
***
Tulisan ini merupakan tugas kelompok yang disusun oleh Farhan Dhawy, Rizky Zaetri Fadhli, Artia Ekllesia Hutasoit, Laura Galatia Christi Surbakti, dan Arfira Salsabila dalam Mata Kuliah Analisis COCD yang diampu oleh Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos.



