BOPM Wacana

IMPRODIAP USU Soroti Kebijakan Mitigasi Bencana Sumut 2025, Belum Berbasis Peta Risiko

Dark Mode | Moda Gelap
Dari kiri, moderator bersama narasumber saat diskusi publik “Refleksi Bencana Sumatra 2025: Menyinkronkan Riset, Kebijakan, dan Praktik Lapangan untuk Pemulihan Berkelanjutan dan Pencegahan dengan Peta Ekosistem” di Aula FISIP USU, Jumat (27/2/2026). | Sumber Istimewa
Dari kiri, moderator bersama narasumber saat diskusi publik “Refleksi Bencana Sumatra 2025: Menyinkronkan Riset, Kebijakan, dan Praktik Lapangan untuk Pemulihan Berkelanjutan dan Pencegahan dengan Peta Ekosistem” di Aula FISIP USU, Jumat (27/2/2026). | Sumber Istimewa

Oleh: Cyntia Lorena Br Tarigan

USU, wacana.org – Ikatan Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik (IMPRODIAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) membahas isu kebencanaan di Sumatra Utara melalui diskusi bertajuk “Refleksi Bencana Sumatra 2025: Menyinkronkan Riset, Kebijakan, dan Praktik Lapangan untuk Pemulihan Berkelanjutan dan Pencegahan dengan Peta Ekosistem” di Aula FISIP USU, Jumat (27/2/2026).

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Aris (Staf Ahli Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatra Utara), Asren Nasution (Akademisi), dan Khaidir Sinaga (Pembina Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatra Utara).

Staf Ahli Komisi E DPRD Sumut, Aris, menyoroti bahwa kebijakan mitigasi bencana di daerah belum sepenuhnya berbasis peta risiko dan peta ekosistem. Ia juga menilai masih terdapat diskoneksi antara hasil riset akademik dan implementasi kebijakan di lapangan. “Selama ini anggaran lebih banyak digunakan untuk penanganan saat bencana terjadi, sementara upaya pencegahan masih belum menjadi perhatian utama,” ungkapnya.

Di lain sisi, Khaidir Sinaga, menyoroti persoalan bencana perlu dipahami melalui pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan riset, kebijakan, serta kondisi sosial masyarakat agar kebijakan yang dihasilkan tidak bersifat parsial. “Persoalan bencana harus dipahami secara sistematis dan analitis dengan mengintegrasikan berbagai riset, baik ekonomi, politik, maupun bidang lainnya,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa penanganan bencana tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan alam, melainkan berkaitan dengan kebijakan, tata kelola, dan kepentingan ekonomi yang melingkupi. “Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui mitigasi, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor, termasuk peran perguruan tinggi dalam membangun kajian kebencanaan,” ujarnya.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4

AYO DUKUNG BOPM WACANA!

 

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan media yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa USU.
Mari dukung independensi Pers Mahasiswa dengan berdonasi melalui cara pindai/tekan kode QR di atas!

*Mulai dengan minimal Rp10 ribu, Kamu telah berkontribusi pada gerakan kemandirian Pers Mahasiswa.

*Sekilas tentang BOPM Wacana dapat Kamu lihat pada laman "Tentang Kami" di situs ini.

*Seluruh donasi akan dimanfaatkan guna menunjang kerja-kerja jurnalisme publik BOPM Wacana.

#PersMahasiswaBukanHumasKampus