BOPM Wacana

BEM SI Gelar Simposium Pendidikan Sumatra Utara

Dark Mode | Moda Gelap
Para tamu undangan, narasumber, dan peserta berfoto bersama dalam Simposium Pendidikan bertema "Restorasi Pendidikan Sumatera Utara: Rekonstruksi Akses, Kualitas dan Keadilan Sosial Menuju Aksi Nyata Indonesia Emas 2045" di Aula FISIP USU, Kamis (26/2/2026). | Sumber Istimewa
Para tamu undangan, narasumber, dan peserta berfoto bersama dalam Simposium Pendidikan bertema “Restorasi Pendidikan Sumatra Utara: Rekonstruksi Akses, Kualitas dan Keadilan Sosial Menuju Aksi Nyata Indonesia Emas 2045” di Aula FISIP USU, Kamis (26/2/2026). | Sumber Istimewa

Oleh: Jessica Fransiska Br Tarigan

USU, wacana.org – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) menggelar simposium bertajuk “Restorasi Pendidikan Sumatra Utara: Rekonstruksi Akses, Kualitas, dan Keadilan Sosial Menuju Aksi Nyata Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (26/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh sivitas akademika USU, pemangku kebijakan, dan berbagai elemen pendidikan. Di antaranya Muryanto Amin (Rektor USU), Hatta Ridho (Dekan FISIP USU), Muzammil Ihsan (Koordinator Pusat BEM SI), Itsqon Wafi Fauzan Nasution (Koordinator Daerah BEM SI Sumut), Muhammad Nuh (Anggota DPD RI), Basir S. Hasibuan (Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Sumut), serta Ahmad Zaki Mubarak (Praktisi Pendidikan).

Korpus BEM SI, Muzammil, mengatakan bahwa kejadian yang terjadi di Nusa Tenggara Timur baru-baru ini merupakan tamparan keras bagi semua pihak. Ia menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran yang sangat penting sehingga mahasiswa harus hadir untuk memberikan kontribusi nyata bagi negara. “Melalui diskusi hari ini kita akan mengkaji dan menyusun policy brief dari daerah untuk disampaikan ke tingkat nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Praktisi Pendidikan, Ahmad, menilai bahwa arah pendidikan Indonesia masih on the track. Ia berharap Indonesia Emas 2045 tidak sekadar menjadi slogan, melainkan target yang harus diwujudkan bersama. “Daya juang dan kreativitas itu ada pada dua hal, yakni mindset dan mentality,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Ihsan Handzholah, mahasiswa Sastra Arab stambuk 2024, turut menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai diskusi seperti ini sangat dibutuhkan, terutama di kalangan mahasiswa. “Dengan tagline Indonesia Emas 2045, tidak mungkin kita mencapai hal tersebut jika pendidikan di Indonesia tidak diprioritaskan,” tuturnya.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4

AYO DUKUNG BOPM WACANA!

 

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan media yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa USU.
Mari dukung independensi Pers Mahasiswa dengan berdonasi melalui cara pindai/tekan kode QR di atas!

*Mulai dengan minimal Rp10 ribu, Kamu telah berkontribusi pada gerakan kemandirian Pers Mahasiswa.

*Sekilas tentang BOPM Wacana dapat Kamu lihat pada laman "Tentang Kami" di situs ini.

*Seluruh donasi akan dimanfaatkan guna menunjang kerja-kerja jurnalisme publik BOPM Wacana.

#PersMahasiswaBukanHumasKampus