BOPM Wacana

Wartawan Masa Depan Harus Multitasking

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Apriani Novitasari

Anggota Dewan Pers I Made Ray Karuna Wijaya  menjadi pemateri dalam Seminar Nasional Pers: Dulu, Hari Ini, Nanti di Aula Kantor Bupati Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Jumat, 29 Agustus. | Sri Wahyuni Fatmawati P
Anggota Dewan Pers I Made Ray Karuna Wijaya menjadi pemateri dalam Seminar Nasional Pers: Dulu, Hari Ini, Nanti di Aula Kantor Bupati Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Jumat, 29 Agustus. | Sri Wahyuni Fatmawati P

Tanah Datar, wacana.org/arsip — Wartawan masa depan harus multitasking atau memiliki berbagai kemampuan di bidang jurnalistik. Sebab saat ini sudah masuk masa teknologi digital di mana setiap media massa punya banyak platform yang mengharuskan wartawannya multitasking. Hal ini dikatakan I Made Ray Karuna Wijaya, anggota Dewan Pers, dalam seminar sasional Pers: Dulu, Hari Ini, Nanti, Jumat 29 Agustus di Aula Kantor Bupati Tanah Datar, Sumatera Barat.

Ray mencontohkan misalnya seorang kameramen paling tidak harus memiliki lima kemampuan yaitu kemampuan menggunakan kamera, menulis, mengedit, men-direct, serta menggunakan teknologi untuk mentransmisikan gambar. “Seorang wartawan bisa mengerjakan banyak media, itu salah satu ciri teknologi,” ujarnya.

Sri Gusmurdiah, salah satu peserta Seminar setuju dengan Ray. Menurutnya seorang wartawan bila terjun ke lapangan memang harus memiliki lebih dari satu talenta.Misalnya seorang reporter yang ingin liputan kelapangan juga harus mengerti mengambil foto. “Masa iya, kameramennya ikut kemana-mana,” tambahnya. Ia pun berpendapat wartawan harus multitasking agar bisa bekerja di berbagai jenis media.

Di samping itu, Ray juga bilang kemampuan berbahasa terutama bahasa Inggris juga dibutuhkan wartawan di masa depan.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).