BOPM Wacana

Tuntut UKT, SOMAL Gelar ORASI

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh : Deli Listiani

Aliansi Mahasiswa USU Melawan saat meggelar orasi tolak UKT di Fakultas Ilmu Budaya, Jumat (26/2). | Retno Andriani
Aliansi Mahasiswa USU Melawan, saat meggelar orasi tolak UKT di Fakultas Ilmu Budaya, Kamis (25/2). | Retno Andriani

USU,  wacana.org/arsip — Dalam orasi yang diadakan Kamis 25 Februari lalu, Aliansi Mahasiswa USU Melawan (SOMAL) menuntut penghapusan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Undang-undang yang melindunginya. Hal ini dikarenakan penerapan Undang-undang Republik Indonesia No 12 tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi yang berdasarkan kebudayaan dan kesejahteraan masyarakat sehingga melahirkan sistem pembayaran UKT dinilai tidak tepat. Demikian disampaikan Kepala Hubungan Masyarakat SOMAL Pasko Damanik, Kamis (25/2).

Pasko katakan sistem pembayaran UKT esensinya disesuaikan dengan penghasilan orang tua dan penggolongan antara si kaya dan si miskin. Namun, kenyataannya sistem ini justru terbalik dari yang seharusnya. Prosesnya yang rumit dan tidak transparan membuat banyak mahasiswa yang bingung sehingga UKT tidak tepat sasaran. “Posesnya rumit, akhirnya tidak tepat,” katanya.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya 2014 Nur Azizah mendukung langkah SOMAL menuntut penghapusan sistem UKT. Menurutnya sistem ini sangat merugikan mahasiswa dan tidak adil karena bukan lagi bergantung pada penghasilan orang tua seperti esensinya melainkan pengetahuan saat pengisian. “Contohnya, mahasiswa yang kaya uang kuliahnya rendah, sedangkan yang miskin sebaliknya. UKT harus dihapuskan, tidak adil,” pungkasnya.

Orasi ini akan dilakukan SOMAL seminggu sekali untuk membangkitkan kembali sikap kritis mahasiwa USU sekaligus menyambut hari pendidikan Mei mendatang.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).