BOPM Wacana

Tim Tari USU Peroleh Penghargaan Best Spirit Cultural Group

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Yulien Lovenny Ester Gultom

Foto ilustrasi: Dewi Annisa Putri
Foto ilustrasi: Dewi Annisa Putri

BOPM WACANA – Tim Tari USU yang mengikuti perhelatan Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle Varsity Carnival (IMT-GT) di Thailand pada 25-31 Juli meraih penghargaan The Best Spirit Cultural Group. Dana Maulana Pangaribuan, Leader Tim Tari USU mengatakan penghargaan ini diperoleh karena kekompakan dan kebersamaan tim. “Kami menyemangati pemain,” ujarnya, Senin (1/8) di Gedung Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat USU.

Dana menyampaikan mereka melakukan beberapa penampilan saat IMT-GT berlangsung, seperti yel-yel, mempersembahkan full performance yaitu Tari Selendang Sayang dari Melayu, tarian nusantara yang terdiri dari tarian Simalungun, Sunda, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Papua.

Untuk proses latihan, Dana mengatakan timnya berlatih sejak Mei silam. Ia berharap tahun depan mampu membawa penghargaan untuk full performance yaitu penghargaan yang dinilai dari gerak dan kekuatan tarian. “Tahun sebelumnya kami dapat The Best Music,” tambahnya.

Selain itu, Dana juga mengeluhkan kondisi transportasi sebab untuk menari dari satu lokasi ke lokasi lainnya butuh waktu. Sedangkan transportasi untuk berpindah tidak disediakan panitia.

Hindun Pasaribu, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kealumnian mengapresiasi penghargaan yang diperoleh tim tari. Untuk transportasi, Hindun mengatakan memang terjadi kesalahan komunikasi dengan panitia. Panitia hanya menyediakan bus untuk pergi dan pulang saja, tidak selama pertandingan. “Tidak semua orang di sana paham bahasa Inggris, jadi sulit berkomunikasi,” ujarnya. Walau begitu, ia menambahkan tim sudah berusaha semaksimal mungkin walau terkendala transportasi. Selama pertandingan berlangsung, tim menggunakan angkutan umum dan berjalan kaki.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).