
Oleh: Putri Salwa Assyifa
USU, wacana.org – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi lewat kejuaraan internasional. Sebanyak 11 atlet Taekwondo USU berhasil membawa pulang puluhan medali dalam ajang bergengsi 9th Gewinn Malaysia International Open Taekwondo Championship 2026 di KSL Esplanade Mall, Klang, Kuala Lumpur, Malaysia.
Kejuaraan ini diikuti oleh atlet dari 10 negara seperti Malaysia, Indonesia, Australia, Nepal, India, Thailand, Pakistan, Vietnam, Sri Lanka dan Brunei Darussalam. Dalam kompetisi tersebut, tim Taekwondo USU berhasil meraih juara 3 Umum dengan membawa pulang berbagai medali emas, perak, dan perunggu dari kategori kyorugi, poomsae, speed kick dan speed punch.
Salah satu peraih medali emas, Anatasya Ronatama Sitorus, pada Sabtu (09/05/2026) menjelaskan bahwa seluruh atlet yang berangkat berhasil meraih juara dan menyumbangkan medali bagi USU. “Seluruh atlet dari tim Taekwondo USU yang berangkat berhasil meraih juara. Hampir semuanya berhasil menyabet medali emas. Pencapaian sangat membanggakan bagi tim kami,” ujarnya.
Adapun jadwal pelaksanaan kompetisi dimulai dengan keberangkatan atlet pada 29 April 2026, dilanjutkan technical meeting dan registrasi pada 30 April–1 Mei 2026, serta pelaksanaan kejuaraan pada 2–5 Mei 2026.
Anatasya turut menjelaskan bahwa terdapat 11 atlet utama mendapatkan dukungan dana dari kampus untuk mengikuti kejuaraan tersebut.
“Jumlah atlet yang diusulkan dalam kegiatan ini terdiri dari 11 atlet. Proses seleksi dilakukan melalui arahan Sabeum (pelatih) dengan melihat kedisiplinan serta prestasi atlet selama latihan. Pihak kampus juga memberikan bantuan dana dan apresiasi semangat juang mahasiswa dalam mengharumkan nama USU di kancah internasional,” jelasnya
Muhammad Ayuki Pratama, salah satu atlet peraih dua medali emas, juga mengungkapkan rasa bahagianya atas pencapaian tim. “Saya sangat bahagia karena bisa mendapatkan dua medali emas dan tentunya senang bisa membawa tim menjadi juara 3 Umum. Pesan saya, jangan takut untuk bertanding. Kalah itu adalah kemenangan yang tertunda, there is no losing only winning and learning,” ungkapnya.
Ayuki juga menjelaskan tantangan terbesar yang dihadapi selama persiapan kompetisi. “Tantangan kami cukup banyak, seperti menjaga berat badan agar tidak melebihi kelas yang didaftarkan. Intensitas latihan juga meningkat, biasanya dua jam menjadi tiga jam. Bahkan dua minggu sebelum pertandingan kami latihan setiap hari,” tambahnya.
Mengapresiasi hal ini, mahasiswa Antropologi Sosial 2025, Miracle Nomy A.I. Tambunan, turut merasa bangga atas prestasi tersebut. “Harapannya semoga pencapaian dari UKM Taekwondo USU ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berkembang, berani mencoba, dan mengharumkan nama USU,” tuturnya



