BOPM Wacana

Terkait Pengisian Data UKT, USU Imbau Mahasiswa Hati-Hati

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Aulia Adam

Formulir bukti setoran pembayaran uang kuliah salah seorang mahasiswa yang lulus jalur SNMPTN 2013.| Andika Syahputra
Formulir bukti setoran pembayaran uang kuliah salah seorang mahasiswa yang lulus jalur SNMPTN 2013.| Andika Syahputra

BOPM WACANA | USU melalui Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Bisru Hafi mengimbau para mahasiswa yang lulus jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) berhati-hati dalam pengisian data Uang Kuliah Tunggal (UKT). Hal ini disosialisasikan dalam tahap pelaporan yang dilaksanakan kemarin (18/6) dan hari ini (19/6) di Pendopo USU.

Ditambahkan Bisru, dalam pengisian formulir tersebut jumlah penghasilan orang tua ataupun saudara yang membiayai mahasiswa akan sangat memengaruhi jumlah UKT yang akan dibayarkan. Penting bagi mahasiswa untuk jujur dalam pengisian formulir yang dilakukan secara online. “Sebab, akan ada petugas khusus yang akan datang mengecek langsung ke rumah-rumah mahasiswa ketika data sudah tersimpan,” tambah Bisru.

Menurut Bisru, ada dua macam kesalahan mahasiswa yang ditakutkan dalam pengisian data UKT ini. Pertama ialah mahasiswa kurang mampu yang malu dengan penghasilan orang tuanya, sehingga akan menambah-nambahi nominal pada kolom penghasilan orang tua. Dan kedua ialah mahasiswa yang pura-pura kurang mampu padahal dalam taraf ekonomi cukup ke atas, sehingga mengurang-ngurangi jumlah pendapatan orang tua.

Terkait petugas khusus yang akan memeriksa mahasiswa, Bisru enggan berkomentar banyak. Ia mengaku tak bisa memberikan informasi lain selain bahwa panitia khusus telah dibentuk dan pemeriksaan dilakukan secara acak.

Pengisian formulir data UKT sendiri akan terus dibuka secara online hingga 29 Juni, sesuai dengan tanggal terakhir pembayaran uang SPP untuk mahasiswa jalur SNMPTN.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).