Oleh: Yanti Nuraya Situmorang
BOPM WACANA — Indonesia adalah sasaran pengusaha asing di bidang telekomunikasi. Hal ini disebabkan Indonesia adalah negara dengan pengguna ponsel pintar terbanyak. Hal ini dikemukakan Alexander Rusli, Presiden Direktur PT Indosat sekaligus pemateri dalam seminar CEO Speaks on Leadership bertema Develoment of Creative Economy Based on Technology di Aula Fakultas Teknik, Sabtu(18/10).
Selain itu, Alexander bilang industri konten ponsel pintar di Indonesia sudah dikuasai perusahaan asing. Sementara Indonesia sekarang hanya sebagai pengguna dan penyedia provider. Pengguna ponsel pintar di Indonesia, menurut Alexander, lima kali lebih banyak mengakses media sosial setiap harinya dibanding negara lain. “Market-nya di sini, penggunanya di sini, tapi orang lain yang menikmati hasilnya,” ungkapnya.
Alexander mengatakan hal itu terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat Indonesia tentang teknologi.“Orang yang mengerti teknologi akan memangsa orang yang hanya menikmati teknologi,” katanya.
Ivan Iskandar Batubara, salah satu pemateri yang juga Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Sumut)sepakat dengan Alexander, Ia mengatakan hal ini disebabkan Indonesia masih dalam ekonomi pertanian dan ekonomi Industri. Selain itu wirausahaan masih minim dan kebanyakandari mereka tumbuh dari keadaan tidak punya ijazah ataupun tidak diterima kerja.“Sebagai ekonomi kreatif Indonesia masih terbilang jauh,” pungkasnya.
Acara ini diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Sumut bersama PT Indosat.