BOPM Wacana

Tanpa KTM atau KRS, Mahasiswa FPsi Tak Diizinkan Memilih

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Ferdiansyah

Hasil rekapitulasi suara Pemira Capres-Wapresma pada lampiran berita acara di FPsi, Rabu (14/5). | Ferdiansyah
Hasil rekapitulasi suara Pemira Capres-Wapresma pada lampiran berita acara di FPsi, Rabu (14/5). | Ferdiansyah

BOPM WACANA | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Fakultas Psikologi (FPsi) tidak izinkan belasan mahasiswa FPsi yang tak membawa kartu tanda mahasiswa alias KTM atau kartu rencana studi alias KRS pada Pemilihan Umum Raya (Pemira) USU di FPsi, Rabu (14/5) kemarin. Sebab, peraturan tersebut sudah ditetapkan KPU USU sebagai persyaratan pemilih untuk gunakan hak suaranya.

M Oktorianta Bangun, Ketua KPU FPsi menjelaskan pihaknya menganjurkan belasan mahasiswa tersebut untuk mencetak KRS lagi agar tetap bisa memilih. “Banyak yang gitu tadi, kita suruh print aja kan dekat dari sini (tempat pemungutan suara—red),” ujarnya, Rabu (14/5).

Okto mengatakan sosialisasi tentang ini sudah sering dilakukan agar mahasiswa yang ingin memberikan suaranya tidak terhalang proses administratif. “Tadi pagi pun sebelum pemira udah kita share di grup seluruh stambuk jangan lupa bawa KTM,” jelas Okto.

Ririn Hapsari, mahasiswa FPsi 2011 salah satu yang lupa membawa KTM atau KRS merasa tak masalah dengan sikap KPU FPsi. Menurutnya itu semua kembali lagi ke mahasiswa FPsi karena KPU FPsi bukan hanya sekali mengingatkan.

“Saya tidak milih tadi, KPU enggak ngasih kalau enggak bawa KTM atau KRS. Ya biasa saja sih, toh itu hak kita semua untuk milih atau tidak,” tandas Ririn. Ia berharap siapapun yang menang dalam Pemira USU nanti jangan sampai mengecewakan mahasiswa yang sudah memberikan hak suaranya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).