BOPM Wacana

Sosialisasi Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Rektor

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Muhammad Renu Fatahillah

Pendaftaran penjaringan dan penyaringan calon rektor sudah dibuka pada 28 Desember lalu, ditutup sejak tanggal 8 januari 2016 lalu, namun sosialisasi terkait pemilihan rektor dinilai terlambat, sebab sejak pendaftaran penjaringan dan penyaringan Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor (P3CR) baru memasang spanduk Minggu (3/1) sore. Menanggapi hal ini, Panusunan Pasaribu, Ketua P3CR jelaskan keterlambatan disebabkan P3CR salah perhitungan dalam menentukan kapan spanduk selesai dicetak. “Iya, spanduknya baru jadi kemarin, karena libur percetakannnya tutup, salah perhitungan kita (P3CR),” terangnya. Selain itu, saat Pemaparan Program Kerja Bakal Calon Rektor USU P3CR hanya membatasi 10 mahasiswa per fakultas. Lantas apa kata mahasiswa?

  1. Nidia Fahrani – Mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya 2014

IMG_20160108_091000Saya tidak setuju dengan keterlambatan sosialisasi yang dilakukan P3CR. Karena mahasiswa jadi tidak tahu sudah sampai mana proses pemilihan Calon Rektor USU. Sebaiknya sebelum pendaftaran bakal calon dibuka sosialisasi dilakukan lebih awal. Kalau sudah kayak gini jadi gak teratur prosesnya.

Untuk bakal calonnya juga saya tidak tahu, pokoknya untuk kedepannya sosialisasinya lebih diperhatikan supaya mahasiswa tahu proses pemilihan calon rektor sudah sampai dimana dan nama-nama bakal calonnya juga harus disebar.

2. Dedy Gunawan – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2015

Dedy GunawanMenurut saya tindakan P3CR dalam menyosialisasikan pemilihan bakal calon rektor itu tidak efektif. Apabila kita ingin memulai sesuatu yang baru apalagi pemilihan bakal calon rektor, sosialisasi ke mahasiswa adalah hal yang paling penting. Mahasiswa adalah agent of change dan perlu tahu sudah sejauh mana proses pemilihan rektor. Panitia seharusnya melakukan pendekatan kepada mahasiswa dengan cara mengunjungi setiap fakultas dan dapartemen untuk menyosialisasikan kegiatan yang akan mereka lakukan seperti tahap-tahap dalam pemilihan rektor. Tujuannya agar rektor yang nantinya dipilih adalah rektor yang benar bisa diandalkan mahasiswa dalam segala aspek.

  1. Ari Purnama Aji – Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer 2014

IMG_20160108_092603Kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor terkait pemilihan bakal calon rektor membuat mahasiswa bingung dan tidak tahu posisinya sebagai apa, sebagai pemilihkah atau hanya menyaksikan prosesnya saja. Bahkan banyak yang bilang kalau yang milih adalah Pema padahal yang milih itu adalah anggota Majelis Wali Amanat, hal itui sekarang menjadi perdebatan dikalangan mahasiswa. Apalagi untuk bakal calonnya saya juga tidak tahu siapa saja yang sudah mendaftar, sebaiknya bakal calonnya juga harus disosialisasikan supaya mahasiswa bisa tahu dan kenal dengan bakal calon rektor USU.

  1. Mentari Okaria – Mahasiswi Fakultas Teknik 2014

IMG_20160111_150838Saya sih menyoroti tentang alasan keterlambatan penyebaran spanduk dan brosurnya, saya tidak setuju dengan alasan itu, kalau misalkan terlambat yah harus diundur lah pemilihan rektornya, itukan kesalahan dari panitianya atau sebelum spanduk disebar dibuatlah di media sosial supaya masyarakat Universitas Sumatera Utara tahu bahwa akan dilakukannya pemilihan Rektor di Universitas Sumatera Utara. Untuk bakal calonnya juga harus disebar di seluruh media sosial, soalnyakan mahasiswa tidak milih, minimal kita tahu siapa yang bakal menjadi rektor USU.

  1. Rizky Ari Mialza – Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2014

IMG_20160111_144449Bisa dibilang setuju bisa dibilang tidak setuju. Setujunya karena pihak Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mensosilaisasinkannya ke mahasiswa usu, sementara tidak setujunya karena keterlambatan itu membuat mahasiswa itu tidak tahu sudah sejauh mana proses pemilihan rektor, padahalkan ini merupakan pesta demokrasinya universitas sumatera utara untuk mendapatkan rektor yang baru. Seharusnya dari awal sosialisasinya kebih dimatangkan lagi supaya enggak kejadian seperti ini.

 

  1. Intan Prasiska – Mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi 2013

IMG_20160108_095147Saya tidak tahu sampai sekarang siapa saja yang sudah mendaftar menjadi calon rektor, maunya sejak dibukanya pendaftaran bakal calon rektor, panitia terus mensosialisasikan siapa saja yang sudah mendaftar jadi mahasiswa tahu dan kenal siapa nama bakal calon rektor melalui seluruh media sosial.

Sebelum dimulainya masa pendaftaran calon rektor, panitia juga sudah harus meyebarkan sosialisasi ke mahasiswa baik itu menggunakan spanduk, poster ataupun melalui media sosial. Apalagi penyebaran spanduk yang sudah dilakukan juga terlambatkan, jadinya mahasiswa juga bingung apa yang sedang terjadi di kampusnya mengenai pemilihan rektor

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4