Oleh Zikri Fadhilah
BOPM WACANA — Kota Medan kaya akan warisan budaya yang perlu diselamatkan. Namun warga dan Pemerintah Kota Medan dinilai kurang perhatian terhadap bangunan-bangunan tersebut. Karena ini, pemuda-pemudi kota Medan berpartisipasi dalam acara Medan Heritage yang mengusung tema Cerita Medan Tempo Dulu untuk bersama-sama memedulikan bangunan-bangunan di kota Medan. Demikian disampaikan Irvan, ketua panitia Medan Heritage pada acara Medan Heritage di pelataran parkir Kantor Pos Medan, Sabtu (31/8).
Irvan juga mengatakan kota Medan kaya akan warisan budaya karena punya kota tua dan objek wisata yang punya suatu nilai seni, bahkan nilai profit bagi warga Medan sendiri. “Kenapa harus menunggu orang yang lebih senior atau yang berkuasa kalau kita pemuda Medan sendiri bisa berbuat sesuatu untuk menunjukkan kepedulian pada heritage (warisan –red) di Medan?” katanya.
Rizky Nasution, selaku penanggung jawab acara ini menjelaskan acara ini adalah acara peluncuran dari acara-acara Medan Heritage yang akan diadakan secara reguler ke depannya dan dimulai dari titik nol kota Medan. Ia menambahkan untuk ke depannya, yang ingin merekalakukan adalah aksi untuk memajukan warisan budaya kota Medan. Rizky juga mengaku telah menyiapkan sebuah kejutan untuk aksi selanjutnya.
Feri, salah satu penonton mengungkapkan kekecewaannya atas ketidaksesuaian acara dengan tema yang diusung. “Ya lucu aja, masa temanya vintage begitu tapi modelnya pakai celana kuncup,” kata Feri. Ia juga menyayangkan acara ini terlambat pelaksanaannya.
Acara Medan Heritage ini diikuti beberapa komunitas di kota Medan seperti Vespa Medan, Blood4Life Medan, Medan Berkebun, dan berbagai komunitas lainnya.