BOPM Wacana

Sebanyak 20 Jurnalis Mahasiswa Se-Indonesia Ikuti PJTLN Jurnalisme Sejarah

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Dewi Annisa Putri

Jurnalis mahasiswa dari sebelas lembaga pers mahasiswa di Indonesia sedang berkumpul dalam kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) Jurnalisme Sejarah, Selasa (11/10) di Balai Pengembangan PAUD, Makassar. |Vanisof Kristin Manalu
Jurnalis mahasiswa dari sebelas lembaga pers mahasiswa di Indonesia sedang berkumpul dalam kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) Jurnalisme Sejarah, Selasa (11/10) di Balai Pengembangan PAUD, Makassar. |Vanisof Kristin Manalu

Makassar, wacana.org/arsip – Sebanyak 20 jurnalis dari sebelas lembaga pers mahasiswa (LPM) di Indonesia mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) bertema Jurnalisme Sejarah. PJTLN yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Informatika Mahasiswa Alauddin (Lima) tersebut berlangsung mulai 10 hingga 16 Oktober 2016 di Makassar. “Kita mau meningkatkan skill mahasiswa dalam peliputan sejarah,” ujar Nurfadhilah Bahar, Ketua Panitia PJTLN Jurnalisme Sejarah, Senin (10/10).

Dila menyebutkan, kedua puluh peserta di antaranya dari LPM SUARA USU dan LPM Pijar-USU, LPM Patriotik-Universitas Batanghari Jambi, LPM Bahana Mahasiswa-Universitas Riau, LPM Aklamasi-Universitas Islam Riau, dan LPM Identitas–Universitas Hasanuddin. Selain itu dari LPM Dinamika–Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, LPM Sketsa-Universitas Mulawarman, LPM Teropong- Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, LPM Teknokra-Universitas Lampung, dan Surat Kabar Kampus Ganto-Universitas Negeri Padang.

Seluruh peserta akan menjalani pelatihan dan mempelajari berbagai materi. Seperti mengenal jurnalisme sejarah, etnografi dalam penelitian sejarah, kemampuan mencari arsip, menulis mendalam dan menghidupkan data, serta sejarah dan kebudayaan Bugis. Setelah itu peserta akan melakukan observasi dan peliputan, lalu menulis laporan hasil observasi.

Sustriyanto, salah satu peserta dari LPM Aklamasi Universitas Islam Riau mengatakan dalam pelatihan ini ia mendapatkan ilmu mengenai peliputan sejarah. Namun menurutnya ada materi yang kurang dalam disampaikan oleh pemateri. “Pematerinya juga kebanyakan dosen, kalau dari nasional kan pasti lebih bagus,” pungkasnya.

 

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).